Sho Yano, 21 Tahun Jadi Dokter

Kamis, 07 Juni 2012 17:40 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Sho Yano menjadi dokter dalam usia 21 tahun (shavarross.com) Sho Yano menjadi dokter dalam usia 21 tahun (shavarross.com) CHICAGO - Cowok ini mulai kuliah pada usia sembilan tahun. Tiga tahun kemudian, dia memulai pendidikannya di sekolah kedokteran. Dalam usianya ke-21, dia pun akan menjadi dokter termuda di University of Chicago, Amerika Serikat (AS). 

Sho Yano bisa membaca pada usia dua tahun, menulis pada tiga tahun, dan membuat musik di usianya yang kelima. Minggu ini, Yano akan lulus dari Pritzker School of Medicine, tempat dia juga mengantongi gelar PhD (doktor) dalam bidang genetik molekular dan bilogi sel. Gelar ini diperolehnya dalam usia 21 tahun.

"Saya tidak pernah mengerti, mengapa menantang diri sendiri dianggap membahayakan ketimbang menjadi sangat bosan?" kata Yano, seperti dilansir Huffington Post, Kamis (7/6/2012).

University of Chicago menerima Yano pada 2003. Salah satu petugas penerima mahasiswa, Dr. Joel Scwab, mengenang momennya mewawancarai Yano yang ketika itu berusia 11 tahun.

"Saya ingat, bocah 11 tahun yang sopan itu datang mengenakan jas kecil. Tetapi saya tahu, dia bukan tipe anak yang akan diantar ibunya ke lapangan softball, dia akan menjadi dokter," kata Scwab.

Kampus pun membuat akomodasi khusus karena umur Yano yang masih sangat muda. Tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang menempuh studi doktoral mereka pada tahun kedua sekolah kedokteran, Yano memulainya setelah dia menyelesaikan tahun pertama. Dengan pola ini, Yano berusia 18 tahun ketika dia memulai studi kedokterannya, dan termasuk berinteraksi dengan dan memeriksa pasien.

Pianis yang juga memegang sabuk hitam ta kwon do ini berharap, kelulusannya akan "membungkam" mereka yang mempertanyakan bakat dan kecerdasannya ketika dia masuk sekolah kedokteran. Dia kini sedang mempersiapkan diri dalam program residen (magang) pada departemen neurologi anak. Bidang ini menarik minatnya ketika dia praktik di Rumah Sakit Anak LaRabida

"Saya tidak hanya suka merawat anak kecil, tapi juga mengagumi bagaimana tim di sana bekerjasama," ujarnya.

Kejeniusan nampaknya memang mengalir dalam darah keluarga Yano. Saudara satu-satunya, Sayuri, juga merupakan anak emas dan orang kepercayaan Yano. Sayuri menerima gelar sarjana biologi dari Roozevelt University pada 2010. Gadis berusia 15 tahun itu kini sedang mengejar gelar sarjana keduanya dalam bidang kinerja biola di University of Baltimore.

Yano telah menjadi mahasiswa selama 12 tahun. Tetapi baru beberapa tahun ini saja penampilannya memang seperti mahasiswa, dan terlihat berbaur dengan mahasiswa lainnya di gerai kopi sekitar kampus.

Masa remaja yang dihabiskannya di perguruan tinggi telah berlalu. Kini Yano menatap masa depannya setelah upacara kelulusan di University of Chicago Sabtu, 9 Juni mendatang. "Saya menjalani mimpi saya," kata Yano.

Di Indonesia, gelar dokter termuda dipegang oleh Riana Helmi. Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu lulus pada usia 17 tahun sembilan bulan, dan meraih gelar dokter pada usia 19 tahun sembilan bulan. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป