PTN atau PTS? Mending PTK Ajah..

Rabu, 06 Juni 2012 13:29 wib | -

Wahyu Razi Indrawan (Foto: dok. pribadi) Wahyu Razi Indrawan (Foto: dok. pribadi) BULAN Juni ini biasanya dimanfaatkan PTN maupun PTS untuk berlomba-lomba menggaet mahasiswa baru. PTN misalnya, menjaring mahasiswa baru menggunakan jalur SNMPTN tulis atau undangan, dan seleksi mandiri. Begitu pula PTS yang tak mau ketinggalan melakukan hal serupa.  
Dengan segala kelebihan dan kekurangan PTN maupun PTS, ada jenis perguruan tinggi lain yang sebenarnya layak untuk menjadi alternatif pilihan melanjutkan pendidikan. Perguruan tinggi itu adalah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Berikut beberapa alasan PTK bisa dibilang layak untuk menjadi alternatif dalam pemilihan kampus barumu.
 
Biaya nol rupiah alias gratis          
 
Meskipun tidak semua, kebanyakan PTK top di negeri ini tidak memungut biaya kuliah. Misalnya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). Di tengah biaya pendidikan tinggi yang makin melambung dan makin tidak terjangkau sebagian besar anak negeri, PTK menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk bisa sukses mengejar cita-cita tanpa harus memerhatikan berapa rupiah yang akan mereka keluarkan nantinya. Jadi simpelnya, negara menanggung biaya pendidikan mahasiswa PTK. Karena pada dasarnya, masing-masing PTK sudah diberikan anggaran oleh instansi induknya masing-masing untuk menyelenggarakan pendidikan calon pegawai mereka yaitu mahasiswa itu sendiri dan menyiapkan mereka untuk bekerja di instansi yang bersangkutan. Bandingkan dengan PTN dan PTS, yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat lulus. Belum masuk saja, biasanya sudah dibebankan biaya ini-itu hingga jutaan rupiah. Bagi yang mampu secara finansial, mungkin fine-fine sajalah. Lantas bagaimana dengan yang kurang mampu? PTK solusinya.
 
Ada jaminan kerja dengan institusi tertentu
 
Sudah bukan barang baru, jika masing-masing PTK menjalin kerjasama dengan suatu instansi tertentu sehingga memastikan mahasiswanya jika lulus nanti akan ditempatkan di instansi yang bersangkutan. Misalnya, STAN akan menyalurkan mahasiswa yang telah lulus ke Kementerian Keuangan. Hal ini tentu menjadi sebuah jaminan bahwa mahasiswa PTK tidak perlu mencari pekerjaan. Apalagi lulusan dari PTK ketika sudah dilantik jadi PNS biasanya tidak mulai dari golongan yang paling bawah atau langsung naik ke golongan tertentu dalam sistem golongan PNS. Misalnya mahasiswa STIS akan langsung naik ke golongan 3A begitu mereka dilantik menjadi pegawai.
 
Di tengah angka pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi dan kebanyakan yang menganggur itu justru adalah lulusan perguruan tinggi, lagi-lagi PTK sekian langkah lebih menguntungkan ketimbang PTN atau PTS. Ironis memang, justru lulusan dari PTN dan PTS yang tentunya punya skill dan kemampuan yang lebih mumpuni malah sebagian di antaranya gagal terserap menjadi angkatan kerja. Namun, hal itu tidak berlaku bagi mahasiswa lulusan PTK. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, adanya jaminan kerja membuat mereka tidak perlu galau untuk mencari pekerjaan. Jadi, PTK itu perguruan tinggi yang anti-nganggur.
 
Sebagian PTK menyediakan tunjangan ikatan diknas
 
Sebenarnya ini merupakan nilai tambah PTK sebagai perguruan tinggi jika dibandingkan dengan PTN dan PTS. Meskipun tidak semuanya memberikan tunjangan bagi mahasiswanya, namun tetap saja ini merupakan bagian yang menarik untuk dikupas. Terlebih karena jarang-jarang ada perguruan tinggi yang “membayar” mahasiswanya. Hal ini bisa menjadi angin segar karena dengan biaya pendidikan PTK yang free ditambah tunjangan ikatan dinas membuat beban finansial orangtua tentu akan jauh berkurang.
 
Tentunya bila dibandingkan dengan PTN dan PTS, dari segi finansial PTK jauh lebih menguntungkan. Jika di PTN dan PTS mahasiswanya mesti membayar sejumlah uang kuliah dan segala tetek-bengeknya yang jumlahnya tidak sedikit, di PTK justru mahasiswa mendapatkan “bayaran” setiap bulannya. Bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, sudah semestinya PTK ada di top list perguruan tinggi favorit. Istilahnya “Kita kuliah saja sudah pusing, masa juga harus pusing mikir bagaimana cara bayarnya”.
 
Tapi dengan segala kelebihan yang dimiliki PTK, tentunya tersimpan ekspektasi yang besar dari instansi/lembaga induknya untuk dapat menciptakan calon pegawai yaitu mahasiswa itu sendiri yang dapat berkontribusi besar bagi negara. Jadi, mahasiswa harus mampu memenuhi ekspektasi untuk menjadi pegawai yang sesuai harapan. Selain itu tidak dimungkiri, lolos dalam seleksi PTK itu jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan SNMPTN atau seleksi mandiri tiap-tiap PTN dan PTS. Karenanya, dengan segala kelebihan PTK dibandingkan PTN dan PTS sudah selayaknya PTK menjadi favorit calon mahasiswa baru atau siswa-siswi SMA.
 
Tapi sebenarnya tidak penting apakah itu PTK, PTN atau PTS tempat kita menempuh pendidikan nantinya, yang penting kita mampu memaksimalkan kesempatan yang ada, terus belajar, berdoa dan bertawakal. Karena pada dasarnya, banyak jalan menuju Roma, dan karena cita-cita kita sama, INDONESIA SEJAHTERA!
 
Wahyu Razi Indrawan
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
(//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป