Ekosphere, Efek Samping Globalisasi

Kamis, 31 Mei 2012 17:34 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : Corbis Ilustrasi : Corbis JAKARTA - Globalisasi mendatangkan efek samping di tiap negara baik positif maupun negatif. Tidak hanya berdampak pada satu bidang, efek globaliasasi dapat terasa di seluruh bidang kehidupan.

Salah satu bidang kehidupan yang terkena dampak besar dari globaliasasi adalah ekonomi. Sistem globalisasi yang ditandai dengan semakin bertambahnya korporasi-korporasi asing di negara Afrika dan Asia ditengarai sebagai penyebab terjadinya bencana kegagalan Ekosphere. Demikian dikatakan Peneliti Senior dan Koordinator Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement International (OISCA) Yukio Kamino dalam paper yang berjudul ''Ecosphere in Catastrophe: From Globalisastion to Ethos for Planetary Life" di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Yukio mengungkapkan, munculnya sejumlah korporasi asing menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan berupa terjadinya perubahan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan polusi nitrogen. Perubahan iklim ini telah memaksa sejumlah tumbuhan dan hewan untuk bermigrasi yang akan mampu beradaptasi atau justru musnah. Bahkan, perubahan iklim yang ditandai dengan semakin cepatnya pemanasan global akan menjadi sebuah hal terburuk dibandingakan bencana yang pernah ada sebelumnya

''Perubahan iklim merupakan pencerminan dari ketidakseimbangan antara tanggungjawab dan konsekuensi. Negara-negara Selatan pada dasarnya masih belum merdeka dari sistem penjajahan kolonial,'' ujar Yukio, seperti dilansir dari situs UB, Kamis (31/5/2012).

Di satu sisi, penurunan biodiversity atau keanekaragaman hayati telah muncul sejak manusia ada di bumi. Namun hal ini semakin dipercepat dengan munculnya globalisasi barat yang akan menyebabkan terjadinya kepunahan massal mahkluk hidup. Sementara itu, meluasnya industri pupuk di dunia juga akan semakin mengacaukan reaksi kimia yang ada di bumi. Penggunaan pupuk menyebabkan terjadinya pencemaran polusi air yang menciptakan sebuah ''dead zone'' pada sungai, danau, dan samudara karena penyebaran nitrogen dan fosfor yang dipicu oleh semakin luasnya pabrik pupuk di dunia.

Dalam presentasi pada seminar internasional dan launching buku Towards A Sustainable Ecology, Yukio menjelaskan, arus globalisasi telah mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan antara Barat/Utara dan Non Barat/Selatan. Mengutip pendapat Robert dan Parks, Yukio menyebutkan, ketidakseimbangan tersebut telah mengakibatkan bencana iklim yang secara luas berpengaruh pada negara-negara di Afrika dan Asia, seperti kekeringan, angin kencang, serta gelombang panas.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป