NEWS KAMPUS

Kritik BEM ITS tentang RUU PT

Kamis, 31 Mei 2012 12:04 wib
Margaret Puspitarini - Okezone
Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) menjadi isu yang bukan hanya menjadi perhatian akademisi tapi juga mahasiswa yang akan merasakan dampak langsung regulasi tersebut. Untuk itu Kementerian Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM ITS) mengajak segenap Keluarga Mahasiswa (KM) ITS ikut mengkaji RUU PT.

Dalam acara Pusat Kajian Strategis (Pukat) RUU PT tersebut, nuansa penuh kritik sangat terasa. Banyak argumen terlontar seputar RUU PT, terutama terkait beberapa pasal yang tidak sesuai untuk diterapkan. Poin utama yang dibahas dalam Pukat berkaitan dengan komersialisasi, otonomi, kemahasiswaan, dan liberalisasi. Pada bidang komersialisasi, tersirat dalam beberapa pasal jika pendidikan tinggi termasuk sebagai badan usaha yang profit-oriented. Alasannya, karena negara mengurangi subsidi biaya oprasional perguruan tinggi. Kebijakan tersebut erat kaitannya dengan bidang otonomi pengelolaan keuangan kampus. Pengelolaan keuangan kampus yang mandiri diduga akan memudahkan pendanaan dari pihak birokrasi. Hal tersebut diduga akan memudahkan pula penarikan biaya kepada mahasiswa.

Sementara mengenai dunia kemahasiswaan, hal paling utama yang menjadi perdebatan dalam Pukat menyangkut liberalisasi pendidikan. Liberalisasi ini berhubungan erat dengan pasal 114 ayat 1 yang berisi pernyataan, perguruan tinggi di negara lain dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi di wilayah Indonesia. Sekretaris Menteri Kementrian Sosial BEM ITS Halimatus Dwi Sa'dyah menjelaskan, perguruan tinggi yang berasal dari luar negeri akan bisa membuka cabang di Indonesia. "Pengaruhnya akan terasa terhadap minat akademik pelajar Indonesia. Selain persaingan antarperguruan tinggi, sangat mungkin pula terjadi degradasi kebudayaan lokal," ujar Hilama, seperti dilansir dari ITS Online, Kamis (31/5/2012).

Dia menyebutkan, isu seputar RUU PT sebenarnya telah dibahas sejak Maret lalu. Namun, berita tersebut kurang sempat kalah pamor dengan wacana kenaikan BBM. Setelah berdiskusi dengan semua KM ITS, aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pihak birokrasi. "Hasil kajian ini bakal dibahas lebih lanjut dalam tatanan jurusan. Mulai minggu ini akan diadakan safari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ),'' katanya menambahkan.

Tidak hanya melakukan diskusi antarmahasiswa di ITS, BEM ITS juga turut bertukar kajian dengan beberapa perguruan tinggi negeri seputar RUU PT. ''Kami harap RUU PT tidak jadi disahkan dan dikaji lebih dalam lagi oleh pemerintah,'' tuturnya.(mrg) (rhs)


Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

SPEAK UP

Duh, Pusing Pilih Jurusan Nih

Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.

BACA JUGA »