Luruskan Niat dan Pilih Kampus Tepat

Rabu, 30 Mei 2012 10:27 wib | -

Luruskan Niat dan Pilih Kampus Tepat Ida Pitalokasari (Foto: dok. pribadi) NIAT merupakan suatu keniscayaan sebelum menjalankan segala hal, termasuk ketika berencana melanjutkan ke perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Tanpa adanya niat, langkah dan gerak kita akan “galau” dan tak terarah. Maka dari itu, luruskanlah niat bagi Anda yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.  
Menurut penulis, niat bagaikan batu dan semen yang menjadi fondasi awal sebelum membangun rumah. Tanpa adanya fondasi itu, sebagus apa pun rumah yang dibangun pasti akan roboh. Artinya, jika kita ingin kuliah namun tak punya niat atau karena terpaksa, maka jangan harap perjalanan kuliah Anda akan lancar.
 
Kuliah itu ibarat membangun rumah, jika fondasinya kokoh, pasti dinding dan atapnya juga kokoh, begitu pula sebaliknya. Itu artinya, betapa pentingnya niat dalam menjalani perkuliahan. Jadi, luruskanlah niat Anda sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi. Niatkanlah kuliah untuk mencari ilmu, menghilangkan kebodohan, serta untuk membangun bangsa.
 
Jangan sekali-kali Anda punya niat kuliah hanya sekadar mendapatkan selembar ijazah dan gelar sarjana. Setelah itu, Anda akan mendapatkan pekerjaan dan sukses di kemudian hari. Namun, fakta di lapangan tidaklah demikian. Perusahaan mana pun tak hanya membutuhkan ijazah, namun mereka menuntut bakat dan integritas kita. Jadi, luruskanlah niat Anda sebelum tertelan oleh niat-niat yang salah.
 
Jurusan Tepat
 
Selain meluruskan niat, hal yang penting lainnya adalah memilih fakultas/jurusan yang tepat. Artinya, jika Anda lulusan SMA jurusan IPS, maka pilihlah fakultas sosial. Jika Anda lulusan IPA, maka pilihlah fakultas MIPA, dan sebagainya. Jangan sampai Anda salah jurusan hanya karena paksaan orangtua. Anda harus bisa mengatur hal itu agar jurusan/fakultas Anda linier. Dengan demikian, setelah Anda diterima di salah satu perguruan tinggi, Anda akan fokus dalam menjalani perkuliahan. Selain fokus, disiplin ilmu yang Anda pelajari juga linier tanpa berliku-liku.
 
Perlu diketahui, selama ini banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan. Misalnya, lulusan SMA jurusan IPA mengambil fakultas Psikologi, jurusan IPS masuk fakultas Teknik, dan sebagainya. Hal inilah yang menjadikan mereka tersesat. Maka, tak jarang dari mereka selalu “galau” ketika menjalani kuliah. Jadi, sejak dini Anda harus meluruskan niat dan memilih fakultas yang linier dengan jurusan waktu Anda SMA. Dengan demikian, semoga impian Anda dapat tercapai dan berjalan dengan lancar.
 
Tergantung Kualitas Diri
 
Jika ditanya, PTN dengan PTS baik mana? Tentu sama baiknya. Di dunia tak ada kampus yang berkualitas buruk, jika buruk itu adalah mahasiswanya. Karena itu, calon mahasiswa harus pandai memilih kampus, baik PTN atau PTS itu adalah hak mereka.
 
Akan tetapi, yang terpenting adalah bukan pada lebel “PTN/PTS”-nya, namun yang terpenting yaitu terletak pada “kampus yang tepat”. Artinya, kampus tersebut memang benar-benar tepat dari segala aspek, dari aspek ekonomi, situasi, dan keilmuwan. Sebagus apa pun kampus itu jika tidak tepat dengan aspek di atas, maka jangan harap kampus tersebut akan mengantarkan mahasiswanya pada “kesuksesan”.
 
Pada intinya adalah kampus tersebut harus sesuai dengan latar belakang pendidikan, keilmuan calon mahasiswa. Pasalnya, banyak sekali para mahasiswa yang merasa “salah jurusan” setelah mereka kuliah di suatu kampus. Misalnya, lulusan IPS kuliah di jurusan teknik, lulusan bahasa kuliah di jurusan psikologi, dan lain sebagainya. Nah, penyebab utama kejadian ini adalah karena mereka hanya mengutamakan status “PTN/PTS” daripada mengutamakan “ketepatan” kampus pilihan mereka. Maka dari itu, sebelum terlanjur, bagi calon mahasiswa harus mampu memilah dan memilih, serta mencari kampus yang tepat untuk dirinya. Dengan demikian, mereka akan nyaman kuliah dan menjalani aktivitas akademiknya. Wallahu a’lam bissawab.
 
Ida Pitalokasari
Mahasiswi Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah
IAIN Walisongo Semarang,
Sekretarif Direktur HI Study Centre Semarang
(//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »