Cara Rektor Tangani Mark Up Nilai Rapor

Sabtu, 26 Mei 2012 15:28 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Cara Rektor Tangani Mark Up Nilai Rapor Ilustrasi: ist. JAKARTA - Penerimaan mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan rawan akan kecurangan pemalsuan nilai rapor. Hal ini terbukti dengan ditemukannya sejumlah aksi tersebut di berbagai wilayah.  
Tiap PTN memiliki cara berbeda untuk mengatasi kecurangan yang dilakukan pihak sekolah yang terbukti memalsukan nilai rapor sang siswa. Namun, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Tri Yogi Yuwono menanggapinya dengan santai.
 
"Mungkin saja nilai rapor bisa dimark up tapi rangking tidak bisa. Kami tidak membandingkan nilai, tapi membandingkan rangking. Jadi hentikan saja mark up nilai itu," kata Triyogi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/5/2012).
 
Institut Pertanian Bogor (IPB) punya cara lain untuk membuat jera para pelaku mark up nilai rapor. Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Yonny Koesmaryono menyebutkan, IPB tidak tanggung-tanggung akan mengeluarkan mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan.
 
"Tahun lau di IPB kami mengeluarkan 10-20 mahasiswa yang setelah diverifikasi lewat buku induk terbukti melakukan mark up nilai. Karena ini tingkat nasional, maka data prestasi tiap sekolah dikonsolidasikan di tingkat nasional dan dipakai di tiap PTN," ujar Yonny menjelaskan.
 
Sementara itu Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab mengimbau agar kepala sekolah tidak sekali pun melakukan kecurangan. "Sekali kepala sekolah melakukan modifikasi yang tidak sesuai, maka yang rugi seluruh siswa. Di UNY, tiga sekolah diblack list, sehingga tidak bisa mengikuti SNMPTN jalur undangan selama dua tahun," imbuh Rochmat.
 
Meski tiga sekolah ini masuk daftar hitam UNY untuk jalur undangan, mereka tetap bisa mengikuti jalur lainnya. "Kami tidak mengeneralisasikan semuanya. Maka untuk jalur lain, yakni tulis dan mandiri, mereka tetap diberi kesempatan untuk mengikutinya," tutur Sekretaris Umum (Sekum) SNMPTN 2012 itu.
(rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »