Kelulusan Siswa Jabar Capai 100%

Sabtu, 26 Mei 2012 10:09 wib | -

Kelulusan Siswa Jabar Capai 100% Pelajar SMA mencorat-coret baju seragam usai UN. (Foto: koran si) INDRAMAYU – Tingkat kelulusan siswa SMA/SMK di sejumlah daerah di Jawa Barat mencapai 100 persen. Meski demikian, siswa dilarang melakukan konvoi dan aksi corat-coret baju sekolah.

Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Sudalim Gimnastiar mengatakan, persentase kelulusan siswa SMA/SMK tahun ini sebesar 100 persen. "Hasil ini merupakan kerja keras dari guru, kepala sekolah, dan siswa," jelas Sudalim.

Data Dinas Pendidikan menyebutkan, jumlah peserta UN di Kabupaten Indramayu untuk SMA mencapai 5.249 peserta, SMK 7.749 peserta, dan madrasah aliyah (MA) sebanyak 1.810 peserta. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Garut.

"Pada UN 2012 ini, tingkat kelulusan siswa SMA sederajat di Garut mencapai 100 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Elka Nurhakimah.
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah siswa SMA sederajat peserta UN di Garut pada tahun ini sebanyak 7.764 untuk SMA, SMK 8.313 siswa, dan MA 3.644 siswa.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis mengimbau kepada seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Ciamis untuk mewajibkan siswanya menggunakan pakaian muslim atau batik saat pengumuman kelulusan, hari ini. Hal itu untuk menghindari aksi corat-coret dan konvoi oleh para siswa seusai menerima hasil kelulusan.

"Kami melayangkan imbauan agar sekolah mewajibkan sisanya mengenakan pakaian muslim. Sedangkan untuk siswa nonmuslim diwajibkan memakai batik," kata Kepala Disdik Akasah, kemarin.

Tidak hanya itu, lanjut Akasah, penerimaan hasil kelulusan juga harus didampingi orangtua masing-masing siswa. Akasah menyampaikan, pihaknya meminta Satpol PP Ciamis untuk membubarkan jika melihat kerumunan siswa usai kelulusan di luar sekolah.

"Kami bukan bermaksud melarang siswa didik untuk meluapkan kegembiraan. Tapi, lebih baik luapan kegembiraan itu dilakukan dengan hal positif," tandas Akasah.

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Ciamis Hidayat Taufik menambahkan, berdasarkan data peserta UN di wilayah Kabupaten Ciamis, jika hasil pengumuman 100 persen, maka jumlah siswa yang merayakan kelulusan mencapai 11.611 siswa. Terdiri dari 4.396 siswa SMA, 5.187 siswa SMK, dan 2.028 siswa MA.

Di Tasikmalaya, surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk kepala sekolah berisi agar seluruh siswa yang menghadiri pengumuman kelulusan hari ini mengenakan busana muslim serta membawa seragam sekolah yang digunakannya dulu untuk dikumpulkan dan disumbangkan kepada adik kelasnya yang kurang beruntung. Jika masih ada siswa yang merayakan dengan cara tidak terpuji, polisi diminta menindak tegas dan Disdik mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada sekolah yang bersangkutan.

"Jika ditemukan, kepala sekolah dan gurunya akan kami panggil dan diberikan sanksi," imbuh Utang.

Kabag Ops Polresta Tasikmalaya Kompol Yono Kusyono mengaku, tidak akan segansegan memberikan sanksi kepada siapa pun pelanggar lalu lintas ataupun mereka yang diketahui mengganggu ketertiban. "Yang melanggar lalu lintas akan ditilang, yang berbuat onar dan mengganggu ketertiban akan kami amankan dan tentu saja diberikan sanksi tegas," ujar Yono.

Di tempat terpisah, karena mendapat nilai 1,6 untuk mata pelajaran sosiologi,seorang siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat (KBB) gagal lulus UN. "Seorang siswa SMA tidak lulus karena nilai sosiologinya 1,6. Sedangkan untuk SMK dan MA kelulusannya 100 persen," kata Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KBB Imam Santoso di Padalarang, kemarin.

Dia menyebutkan, jumlah siswa SMK yang lulus ada 3.394 siswa, MA 1.100 siswa, SMA 4.146 siswa, dan tidak lulus satu orang. Dibandingkan tahun lalu, angka kelulusan ini tidak berubah, namun dari jumlah kepesertaan ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara di Kabupaten Karawang dua siswa tidak lulus UN. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga Wawan Setiawan mengatakan, meski dua siswa tidak lulus, bukan berarti tidak lulus sekolah. Pasalnya, nilai UN akan diakumulatifkan dengan nilai sehari-hari dari sekolah yang saat ini masih dalam proses rekapitulasi nilai.  "Bisa saja nilai UN jelek, tapi nilai ujian di sekolah lebih baik dan bisa menolong untuk kelulusannya,"kata Wawan. (tomi indra/ fani ferdiansyah/ nanang kuswara/ ujang marmuksinudin/ adi haryanto/ raden bagja mulyana/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »