SUARA MAHASISWA

Demokrasi Pancasila Tolak Lady Gaga

Sabtu, 26 Mei 2012 12:24 wib
-
Mokhamad Abdul Aziz (foto: dok. pribadi) Mokhamad Abdul Aziz (foto: dok. pribadi)

RENCANA kunjungan Stefani Joanne Angelina Germanotta atau Lady Gaga ke Indonesia dalam rangka konser mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan. Penolakan ini wajar saja, mengingat Lady Gaga dalam video clipnya selalu menampilkan hal-hal yang bersifat porno dan bahkan terkesan aneh menurut pandangan adat ketimuran. Penolakan yang dilakukan oleh berbagai ormas, di antaranya Front Pembela Islam (FPI).  
Sebelumnya, Ketua Umum FPI Habib Rizieq mengancam akan membuat rusuh Jakarta, jika konser itu tetap akan digelar. Permintaan mereka ditanggapi secara bijak oleh Polda Metro Jaya dengan berbagai pertimbangan, sehingga konser Lady Gaga tidak mendapatkan izin. Alasannya sederhana saja, pertama Lady Gaga sering menampilkan pornoaksi saat konser digelar. Di sisi lain, Indonesia mempunyai UU tentang pornografi dan pornoaksi. Tidak hanya itu, para ormas Islam juga menentang keras penampilan Lady Gaga, karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Memang patut dipertanyakan, sebenarnya apa manfaatnya jika konser itu digelar. Apakah mereka yang mendukung konser itu akan tetap bersuka ria, berhura-hura, sementara masih banyak rakyat Indonesia yang menderita, yang butuh kepedulian mereka. Inilah yang sebenarnya harus dipikirkan oleh seluruh warga negara.
 
Kedua, Lady Gaga sering disebut-sebut sebagai pemuja setan, hal ini tampak pada simbol-simbol aneh yang digunakan dalam  setiap penampilannya, baik dalam pentas maupun video clip. Bahkan, Lady gaga pernah diberitakan mandi darah sebelum tampil dalam konsernya. Dengan demikian, dikhawatirkan remaja Indonesia –mayoritas penggemar Lady Gaga- akan terpengaruh oleh penampilan artis Amerika itu.
 
Ketiga, masuknya Lady Gaga ke Indonesia dikhawatirkan akan meracuni budaya Indonesia, khususnya Islam. Saat ini, banyak sekali generasi bangsa yang berperilaku jauh dari nilai-nilai agama. Banyak yang khawatir, jika Lady gaga jadi menggelar konser, maka tidak menutup kemungkinan perilaku amoral itu akan bertambah parah, mengingat track record penampilan sang artis. Intinya mereka khawatir dengan moral generasi muda, dan laknat dari Tuhan.
 
Memang banyak juga yang mendukung konser Lady Gaga tetap dilaksanakan pada 3 juni mendatang sesuai rencana. Sebab, mereka telah membeli tiket yang sudah dijual sejak jauh-jauh hari. Selain itu, mereka yang mendukung konser itu berpendapat bahwa tidak ada alasan sedikit pun untuk tidak memberikan izin manggung konser. Dengan dalih negara Indonesia adalah negara demokrasi dan membebaskan setiap orang untuk berekspresi.
 
Demokrasi Pancasila
 
Hiburan memang satu tawaran tepat untuk menanggapi kondisi yang ada saat ini. Keadaan yang semerawut, berbagai masalah yang tiada henti menimpa negeri ini memang perlu hiburan. Untuk melepas kepenatan, mengembalikan optimisme hidup di atas sebuah keputusasaan dan kehilangan rasa percaya pada tatanan pemerintahan. Namun, yang harus diperhatikan adalah apakah hiburan harus menyimpang dengan budaya Indonesia. Tentu tidak, jika itu tetap dilakukan, maka hal terburuk akan menambah kesemerawutan negeri ini.
 
Harus diingat kembali bahwa negara Indonesia berprinsip erat dengan demokrasi Pancasila. Memang saat ini, banyak yang salah kaprah memaknai demokrasi yang dijalankan di Indonesia. Tentu demokrasi Indonesia berbeda dengan demokrasi Amerika Serikat. Dalam konteks ini, demokrasi pancasila lebih mempunyai nilai-nilai luhur jika dibanding dengan demokrasi yang diterapkan di negara lain.
 
Sampai saat ini, Pancasila masih diakui sebagai dasar negara oleh penyelenggara negara ini. Konsep yang sangat genius itu dirumuskan oleh founding fathers untuk kemudian menjadi cita-cita dan tujuan bangsa. Bahkan, menjadi jati diri bangsa Indonesia. Dalam Pancasila terdapat sila-sila yang saling erat berkaitan antara sila satu dengan lainnya. Mulai dari ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan, persatuan, sampai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu artinya, semua tujuan hidup bangsa Indonesia ke depannya sudah tercakup dalam Pancasila. Inilah yang seharusnya dipegang teguh oleh seluruh warga negara, baik dari pemerintah maupun rakyatnya. Dengan memegang erat Pancasila, maka demokrasi tidak asal bebas, tetapi mempunyai nilai-nilai yang sejak dulu menjadi ciri khas negara ini.
 
Oleh karena itu, sebagai bangsa yang mempunyai jati diri dan kredibilitas, maka sudah selayaknya untuk tidak begitu saja memerima kebudayaan luar, baik itu berupa hiburan maupun yang lainnya. Karena dengan begitu, Indonesia akan diakui di mata internasional sebagai negara yang berkarakter kuat. Tidak seperti saat-saat ini, yang selalu “mengiyakan” semua kebudayaan luar untuk masuk di Indonesia.
 
Sebenarnya bangsa kita sudah terserang mental inlander, mental budak, mental inferior, atau apapunlah namanya. Yang pasti, sampai sekarang ini, masih banyak masyarakat yang wah apabila melihat “bule” datang, meski tidak mempunyai kemampuan sekalipun. Inilah yang sebenarnya membuat Indonesia menjadi bangsa yang “terbelakang”. Perlu dicatat, Indonesia mempunyai Pancasila yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Oleh sebab itu, sudah waktunya rakyat Indonesia lepas dari gumunan terhadap pihak luar.
 
Mentalitas warga negara yang baik dan terutama pemimpinnya, Indonesia akan bisa menempatkan duduk sama pendek, berdiri sama tinggi dengan negara lain dalam pergaulan internasional. Dalam konteks ini, Indonesia harus menyaring budaya yang masuk. Jangan sampai budaya luar meracuni jati diri bangsa Ini. Sudah cukup banyak budaya luar mempengaruhi kehidupan bangsa kita. Maka, katakan “TIDAK” untuk budaya yang tidak sesuai dengan identitas bangsa.
 
Dengan demikian, konser Lady Gaga yang sudah jelas tidak sesuai dengan kultur budaya Indonesia, sudah sepantasnya ditolak. Bangsa Indonesia seharusnya hanya menerima hiburan yang bisa membuat bangsa ini lebih cerdas dan bermoral. Jadi keputusan tidak memberi izin konser Lady Gaga merupakan keputusan yang sudah sesuai dengan konstitusi negara ini. Wallahu a’lam bi al-shawab.
 
Mokhamad Abdul Aziz
Sekretaris of Center for Democracy and Religious Studies (CDRS) Semarang
Peneliti di LeSAN (Lembaga Studi Agama dan Nasionalisme)
IAIN Walisongo Semarang
(//rfa)


Berita Selengkapnya Klik di Sini
  • menggunakan otak kanan & kiri » 0 Tanggapan
    sebaiknya pemahaman agama kita mari kita perdalam bersama. ada yg udah pernah baca buku "99 cahaya langit di eropa"? kalo udah pasti ngerti gimana kita bersikap seharusnya menghadapi hal2 seperti ini. atau gua saranin baca dulu deh buku ESQ karya ary ginanjar, biar kecerdasan kita gak hanya diliputi emosi & hal2 yg membelenggu pikiran & batin kita. di korea kan konser lady gaga juga bisa digelar dengan syarat, yg masuk tu 18 tahun ke atas. disana juga sempet dikecam tuh sama umat kristani, tapi kan tetep berjalan dengan batasan-batasan yg telah ditentukan. gua bukan fans lady gaga, tapi gua orang yg menyukai seni & i***m gua bukan i***m yg anarkis. boleh2 aja sih konser lady gaga batal, tapi semua konser dangdut yg seronok juga wajib dibasmi donk kalo alesan pembatalannya karena porno. di dalam agama i***m kan kita diajarkan untuk menjadi orang yg adil tanpa pandang bulu. terus mana nih jiwa p*******a kita? kan di sila yg ke-4 menyebutkan kalo musyawarah adalah jalan untuk menentukan keputusan yg sebaik-baiknya tanpa kekerasan, jadi maksud gua kan bisa tuh kalo alesannya porno, si lady gaga beserta menejemennya disuruh berpakaian yg sopan, dan apabila melanggar, maka konser langsung dihentikan oleh pihak keamanan. dulu madonna juga pernah diberlakukan peraturan kayak gini tapi lupa di negara mana. tapi kan gak langsung ditolak mentah2 gitu, ibaratnya belum maling eh dah dipenjara tanpa terbukti bersalah. (koruptor di indonesia yg dah kebukti bersalah aja masih bisa jalan2..hehe) oiya sekedar tambahan cerita. ade gua kuliah di universitas internasional yg mayoritas mahasiswanya beragama non-muslim. mereka malah heran kenapa organisasi i***m begitu kerasnya pada masalah lady gaga ini. terus mereka nanya, "emang ajaran agama i***m selalu mengedepankan kekerasan ya?". ade gua cuma bisa bilang, "ya, nggak lah. gua dulu sekolah di sekolah i***m & gua belom pernah denger bahwa i***m mengajarkan umatnya untuk berbuat anarkis. malah i***m mengajarkan gua berpikir lebih dalam terhadap suatu masalah & gak cuma ngandelin emosi, begitulah cara yg ditanamkan Nabi m******d Saw kepada umatnya".
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Abdul » 0 Tanggapan
    Ahh dah selesai masalahnya, bisa jd pelajaran bwt qta semua nie.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ulfah » 0 Tanggapan
    Saya sangat setuju dengan artikel mas aziz, Soalnya bener sekali penampilan Lady Gaga dalam panggungnya selalu menuai teguran dari kaum m****m Realistis saja lah, pertama Indonesia mayoritas penduduknya adalah i***m dan rata2 yang menolak konser itu adalah ormas i***m Kedua, Lady gaga juga pernah diprotes oleh kaum k*****n dengan lagu-lagu yang mengejek agama tersebut. Ketiga, Indonesia mempunyai UU pornoaksi dan pornografi, jd sudah benar kalau konser itu dibatalkan. Mengenai artis-artis Indonesia, sudah ada upaya-upaya yang mencegah itu terjadi. Jika Lady gaga dengan pakaian begitu dibiarkan konser, maka para artis kita malah akan tambah sembrono mengumbar pornoaksi. dengan dalih "Lady gaga aja boleh masak kita gx boleh". Memang sesuatu yang banyak prokontra ini sudh berakhir. Keempat, Indonesia mempunyai p*******a yang jelas-jelas mengatakan ketuhanan yang maha Esa. Jd sudah jlz kalau lady gaga tidak boleh. Lihat saja beritanya di luar negeri. Memang negara kita demokrasi. tapi ingat, seperti cita-cita sukarno, suharto, kita berpegang teguh denan p*******a sehingga nilai-nilai p*******a harus diterapkan. Jika ada alasan penyanyi Indonesia banyak yang porno. maka itu benar . tetapi dengan hadirnya lady gaga, maka akan lebih parah lagi nantinya. Wallahu a'lam bi al-shawab.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eros » 0 Tanggapan
    ah payah lo..omong lady gaga pisau analisanya agama dan nasionalisme...berbeda2 tpi bukan berarti setiap kelompok harus ngotot dngn kepentingan masing2...ga mungkinlah setelah nonton konser lady semua org indonesia langsung murtad.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rantie » 0 Tanggapan
    Artikel yang menarik...good..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

SPEAK UP

Duh, Pusing Pilih Jurusan Nih

Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.

BACA JUGA »