Aneka Camilan Unik Kreasi Anak Brawijaya

Jum'at, 25 Mei 2012 11:08 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Beberapa kreasi makanan unik dari Universitas Brawijaya (Foto: dok. UB) Beberapa kreasi makanan unik dari Universitas Brawijaya (Foto: dok. UB) JAKARTA - Sore hari biasanya waktu yang tepat untuk kita ngemil. Nah, jika kamu sedang bosan dengan camilan yang itu-itu saja, cicipi berbagai kudapan unik kreasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini.

Biskuit Coopeng

Nama biskuit ini pasti membuat kita mengernyitkan dahi. Biskuit seperti apakah ini? Biskuit Coopeng dibuat Eva Ni'maturohmah bersama empat temannya, yakni Frida Agustin, Rahma Utami, Bagus, dan Septian. Nama Coopeng diambil sebagai akronim Cookies Tempe Ganyong.

Menurut Eva, biskuit buatan mereka kaya akan serat, mengandung isoflavon yang berfungsi untuk mencegah kanker payudara, dan juga rendah kalori. "Kami membuat biskuit ini karena melihat maraknya biskuit dengan kalori tinggi namun rendah serat yang beredar di pasaran," kata Eva, seperti disitat dari laman UB, Prasetya Online, Jumat (25/5/2012).

Kerupuk Canggung

Nadia Rachmawati, Nur Wachida, Mudanifah, Suriah Yuli H, dan Rizki Dwi P menyulap cangkang telur yang biasanya dianggap limbah menjadi kerupuk renyah gurih kaya kalsium.

Lima sekawan ini membuat kerupuk cangkang telur dengan pertama-tama merebus cangkang telur untuk mematikan bakteri. Selanjutnya, mereka menggiling cangkang telur tersebut hingga menjadi tepung. Tepung cangkang telur inilah yang dicampur dengan tepung tapioka (jagung) dan dibuat menjadi adonan kerupuk.

"Karena mengandung kalsium tinggi, kerupuk Canggung baik untuk gigi dan tulang. Kalsium sendiri sangat baik untuk pembentukan, kekuatan, dan pertumbuhan tulang," kata Nadia.

Bakpao buah naga

Tampilan bakpao yang satu ini amat cantik karena warnanya yang pink. Keunikan warna ini didapatkan Astya Rizky bersama Anik, Chintya, Guntur, dan Zulkifli dari buah naga.  Kelimanya mengklaim, penganan kecil buatan mereka bebas bahan pengawet dan kata antioksidan. Buah naga memang kaya akan vitamin A dan B. Menurut Astya, mereka memanfaatkan buah tersebut sebagai bahan utama pembentukan bakpao, mulai dari bahan dasar hingga sumber pewarnanya.

"Kami ingin membuat cemilan yang bisa dikonsumsi semua kalangan, tua maupun muda. Kesulitan yang kami temui adalah pada proses pewarnaan. Semakin lama dipanaskan, warnanya akan semakin pudar. Sementara, jika dingin, maka akan susah mengembang," kata Astya.

Produk-produk makanan ini dibuat oleh para mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB. Selain Biskuit Coopeng, Kerupuk Canggung, dan bakpao buah naga, masih ada 30 inovasi kuliner lainnya yang dipamerkan dalam rangkaian Seminar dan Pelatihan nasional HACCP 2012 "Get A Better Food Safety by Applicating HACCP" di kampus UB, Malang.

Pada pameran ini, 165 mahasiswa THP FTP UB semester enam tidak hanya menjual makanan buatan mereka dengan harga murah, mereka juga bersaing mendapatkan nilai bagus. Tidak heran, berbagai kudapan tersebut merupakan tugas mata kuliah Praktikum Kewirausahaan Pangan yang mengharuskan mereka membuat makanan sehat dan bernilai jual. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป