Kebijakan Pemerintah Justru Semakin Pinggirkan PTS

Kamis, 24 Mei 2012 12:03 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. JAKARTA - Meski jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) jauh lebih besar dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN), jumlah peminat terhadap PTN selalu membludak. Bahkan, perbedaan kebijakan pemerintah terhadap PTN dan PTS di Indonesia semakin membuat keadaan PTS menjadi terpinggirkan.

Hal tersebut dikeluhkan oleh Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Thomas Suyatno, dalam Sarasehan “Peranan PTN, PTS, dan Dunia Usaha dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia” di Bale Sawala Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, baru-baru ini. Sarasehan yang dihadiri perwakilan dari PTS se-Jawa Barat dan Banten ini menghadirkan pembicara Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Ketua ABPPTSI Pusat Thomas Suyatno, dan Presiden Direktur Hotel Sari Pan Pacific Teddy Suratmadji.

Menurut Thomas, dalam Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT), sedikitnya ada lima prinsip yang dilanggar pemerintah sehingga PTS tetap dipinggirkan. Pelanggaran tersebut dilakukan oleh tiga alasan utama, yakni prinsip etatisme (serba negara), diskriminasi antara PTN dengan PTS, dan pembiayaan pendidikan itu sendiri yang berbeda. Hal itulah yang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya krisis kebangsaan di Indonesia.

“Seharusnya, tidak boleh ada dikotomi lagi antara PTN dan PTS. Semuanya memiliki visi yang sama memajukan pendidikan. Dan sudah seharusnya PTN dan PTS saling menguntungkan. Prinsip-prinsip itulah yang perlu dijaga dan tetap dikembangkan,” ujar Thomas, seperti dikutip dari laman Unpad, Kamis (24/5/2012).

Menanggapi wacana tersebut, Rektor Unpad Ganjar Kurnia menegaskan, PTN sebenarnya tidak merasa superior dan mempunyai kedudukan yang sama untuk mencerdaskan bangsa. "PTN dan PTS pun memiliki misi yang sama dalam hal aksesibilitas dan pemerataan dan sama-sama untuk saling meningkatkan kualitas dengan kebersamaan," kata Ganjar.

Ganjar juga membantah pernyataan yang menyebutkan, program Bidik Misi di Unpad akan berdampak pada penurunan mahasiswa yang masuk ke PTS. “Selama sekolah atau lembaga pendidikan tersebut berkualitas, pasti akan menjadi tujuan bagi calon mahasiswa untuk berkuliah di sana,” ujarnya menegaskan.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป