Latifah Ingin Punya Bengkel Sendiri

Kamis, 17 Mei 2012 10:13 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Mendiknas Jerman Anette Schavan menghadapi tuduhan plagiat pada tesisnya. (Foto: corbis.com) Mendiknas Jerman Anette Schavan menghadapi tuduhan plagiat pada tesisnya. (Foto: corbis.com) SEMANGAT Latifah, 17, warga Parujakan, Kota Cirebon untuk memiliki usaha sendiri sepertinya segera terwujud. Kemampuan dirinya dalam bidang otomotif telah terbukti saat memperbaiki sepeda motor di bengkel Eka Jaya Berrindo, Jalan Kesambi.

Keterampilan tangan Latifah saat memasang komponen mesin sepeda motor yang diperbaikinya seperti tidak ada kendala. Pandangan matanya yang tertuju pada bagian motor membuatnya fokus. Sebagian besar gadis sebaya Latifah tentu akan asing dengan komponen motor, apalagi jika harus mengulik setiap detail bagian dari kendaraan roda dua tersebut. Namun, Latifah mengaku menikmati kegiatan itu dan menyebutnya sebagai kesenangan.

"Saya sudah bisa mengemudikan motor sejak kelas 5 SD. Sejak itu saya suka motor dan ingin mengenalnya secara teknis. Makanya saya belajar teknik otomotif sepeda motor,"kata Latifah.

Latifah yang lulusan pendidikan Paket C ini mengungkapkan, keikutsertaannya dalam pelatihan teknik otomotif telah mendapat persetujuan orangtuanya, Suwandi dan Ina Sutina. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini merupakan salah satu dari calon teknisi perempuan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) tersebut. Meski bukan yang pertama, teknisi perempuan tetap terhitung jarang. Di tempat pelatihan kerja itulah, Latifah memperoleh pendidikan baik teori maupun praktik tentang kelistrikan hingga rangka-rangka sepeda motor.

Bahkan Latifah, diakui instrukturnya, Momon Haryono, tergolong ahli. Meski baru satu bulan mengikuti pelatihan, kemampuan dan keahliannya telah mengundang minat salah satu mitra kerja tempat dia berlatih. Latifah sendiri berencana memanfaatkan keahliannya untuk memperoleh pengalaman berharga di dunia kerja. Gadis yang mengaku tomboy ini juga bercita-cita membuka bengkel sendiri. Untuk itu, dia tak keberatan jika sampai harus meninggalkan kota kelahirannya.

"Kalau sampai harus kerja di kota lain setelah pelatihan kerja di sini, ya tidak apa-apa. Karena saya sendiri inginnya merantau untuk mencari pengalaman dan supaya lebih mandiri," kata Latifah.
Latifah menilai, merantau akan membuka cakrawalanya tentang kondisi dan situasi di daerah lain. Keinginannya untuk maju tampak besar, karena itu dia mengaku bersemangat untuk melakukan hal yang disukainya di tempat baru suatu hari nanti. Menurut dia, kemampuan dalam bidang tertentu harus dimiliki untuk bisa bersaing dalam kehidupan nyata. Karena itu, Latifah mengaku akan tetap menggeluti dunia otomotif demi mencapai cita-citanya. (erika lia/koran si)  (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป