Intip Serunya Aksi Robot Pesepakbola di ITB

Rabu, 16 Mei 2012 18:27 wib | Iman Herdiana - Okezone

Robosoccer ITB (Foto: Iman Herdiana/okezone) Robosoccer ITB (Foto: Iman Herdiana/okezone) BANDUNG - Bagaimana jadinya jika robot bermain bola? Dan bagaimana pula jika para robot cerdas itu berkompetisi untuk menghasilkan gol?

Aksi robot bermain sepakbola itu akan memeriahkan Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012. Kamu bisa melihat kelihaian robot-robot pemain bola tersebut pada kompetisi yang 25-26 Mei mendatang di Kampus ITB Jatinangor.

KRCI Robosoccer Humanoid League (RSHL) merupakan salah satu kategori yang dilombakan dalam KRI-KRCI 2012. Pada tingkat regional di wilayah Jawa Barat, ada 67 tim robot dari 29 kampus di wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Kalimantan Barat ikut serta dalam kompetisi ini.

Kategori KRCI RSHL sendiri diikuti delapan tim robot spesialis sepakbola. Tim-tim tersebut akan bertarung untuk saling menjebol gawang lawan.

Satu tim robosoccer menurunkan tiga robot, yakni robot penjaga gawang, robot pemain belakang, dan robot pencetak gol alias striker. Lama permainan 10x2 menit dengan waktu istirahat lima menit.

ITB sendiri akan mengirimkan tim robot jago bolanya pada kompetisi tersebut. Nama tim robosoccer ITB diambil dari nama ITB dulu ketika pertama kali didirikan Belanda, yakni Technische Hooge School (THC).

Pengurus tim THC ITB, Ahmad Istartera mengatakan, tiga robosoccernya dikembangkan selama dua tahun. Ahmad menjelaskan, pertandingan robosoccer dibuat mirip seperti pertandingan sepakbola sungguhan. Tiap tim akan berkompetisi mencetak gol terbanyak untuk meraih gelar juara.

Mahasiswa Teknik Elektro tersebut menuturkan, kesulitan yang biasa dihadapi robosoccer adalah saat mengontrol bola, termasuk menendang. Terkadang tendangan robosoccer meleset, sehingga bola hanya tersentuh sedikit tetapi malah membuat robot terjatuh. Meski jatuh, robot yang bentuknya mirip robot di film Transformers ini, bisa bangun sendiri.

"Jika tidak ada gol, akan ada adu pinalti. Pinalti juga sulit, ada robot yang suka salah jika tendang bola, padahal tidak boleh ada kesalahan," ujar Ahmad.

Tiap-tiap robosoccer dilengkapi tambahan kamera dan sensor, serta dikendalikan wifi. Robosoccer juga dilengkapi alat yang memungkinkannya bangun dan bergerak sendiri. Saat ini, tiga robosoccer tim THC ITB masih dikerjakan lima mahasiswa; empat mahasiswa Elektro dan satu mahasiswa Teknik Perminyakan.

Dalam kompetisi regional ini, Ahmad dan timnya menargetkan minimal bisa masuk empat besar dalam lomba nasional. "Lawan terberat robosoccer ini dari Politeknik Elektro Negeri Surabaya (PENS)," sebutnya.

Sementara Ketua Pelaksana KRI KRCI Tingkat Regional Wilayah II 2012, Kusprasapta Mutijarsa menjelaskan, peraturan robosoccer mengacu pada peraturan internasional yang dibuat robocop.org. "Robosoccer harus mandiri dan berpikir untuk saling kerjasama mencari bola," jelasnya.

Kontes ini digagas mulai 1996, dan mulai diselenggarakan resmi pada 1997 di Jepang. Nah, pemenang robosoccer tahun ini akan dikirim ke kontes robosoccer internasional di Meksiko City, 18 Juni 2013. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป