Civitas Akademika IPB Coba One Day No Rice Depok

Rabu, 16 Mei 2012 10:15 wib | Marieska Harya Virdhani - Okezone

Civitas Akademika IPB Coba One Day No Rice Depok Image: corbis.com DEPOK - Civitas Akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) menyambangi kantor Balaikota Depok untuk melihat berjalannya program Sehari Tanpa Nasi atau One Day No Rice (ODNR) yang digagas pemerintah kota sejak Februari lalu. Mereka yakni Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB Sam Herodion dan Direktur F-Technopark Fateta IPB Slamet Budijanto.

Saat jam makan siang tiba, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengajak mereka menuju kantin Balaikota. Para akademisi melihat langsung para pedagang menjual menu non-nasi. Setiap Selasa, kantin Balaikota memang dilarang menjual nasi ataupun lontong. Para pedagang pun hanya menjual kentang, nasi jagung, tiwul, dan panganan nonberas lainnya.

Direktur F-Technopark Fateta IPB Slamet Budijanto menuturkan bahwa, ide ODNR adalah ide berani untuk dilakukan oleh seorang kepala daerah. Hal itu bisa ditiru untuk program ketahanan pangan nasional. "Tujuan kami datang ke Depok adalah untuk melihat langsung seberapa jauh pelaksanaan ODNR ini dilaksanakan, karena kami orang akademisi merasa tertantang untuk berperan dan turut menyukseskan gerakan ODNR. Kami akan mencari titik-titik di mana kami bisa bergabung dalam gerakan ini, tentunya dari sisi teknologi pangan," ujar  Slamet, kemarin.

Slamet mengatakan, pihaknya mendukung gerakan ini. Karena pada dasarnya kalori yang dibutuhkan manusia per hari hanya 200 kal, tetapi saat ini kita sudah melebihi hingga mencapai 3.500 kal.

"Bila kita sudah biasa mengonsumsi makanan nonberas berarti kita bisa menghindari krisis beras karena produksi beras tergantung iklim. Mari kita sukseskan swasembada pangan, dengan mengkonsumsi jagung, singkong, ubi, dan panganan non beras lainnya," ujar Slamet. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »