Tips Inovatif ala Google

Senin, 07 Mei 2012 19:40 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone SINGAPURA - Siapa bilang mengelola sekolah tidak butuh inovasi dan kreativitas? Nyatanya, dua hal tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.  

Inovasi sendiri tidak begitu saja hadir. Ia harus dipikirkan, didiskusikan, dan dikembangkan. Hal itulah yang disampaikan Lead Access Google Asia Pasifik Panos Kuotsoyanis ketika puluhan kepala sekolah dari Jabodetabek berkunjung ke markas Google Asia di Singapura.

Para guru dan pengurus yayasan ini merupakan peserta School Executive Excursion Program 2012 yang merupakan kerjasama antara Binus University dan Acer untuk memberikan tambahan wawasan kepada pimpinan sekolah, di level SMA/sederajat. Kegiatan ini meliputi studi banding, kunjungan industri, serta seminar-seminar seputar teknologi dan perkembangan pendidikan global.

Dalam seminar dan visitasi ke Google Singapura bertajuk {Transformation and Innovation through Collaborative Learning} itu, Panos memaparkan, sebuah inovasi akan lahir jika kita terbuka pada berbagai kemungkinan ide. Panos bercerita, ketika mengunjungi Indonesia dan berdiskusi dengan pihak Binus University tentang ide pengembangan jaringan internet di Indonesia, Panos "berdebat" dengan anak buahnya di tengah presentasi.

"Meski saya bos, saya tetap terbuka dengan berbagai ide yang disampaikan siapa pun, termasuk anak buah saya," kata Panos di kantor Google Asia, Singapura, Senin (7/5/2012).  

Pria ramah itu menjelaskan, diskusi dan keterbukaan untuk kehadiran berbagai idelah yang dapat melahirkan inovasi-inovasi mutakhir. Itu sebabnya, kata Panos, meja-meja karyawan di kantor Google tidak dibatasi oleh sekat-sekat. Pengaturan ini dimaksudkan agar para karyawan selalu dapat berdiskusi tentang ide yang mereka miliki dan kembangkan.

"Inovasi keluar ketika ide-ide tumbuh dari bawah dan dibicarakan secara terbuka. Kita juga harus berani berinvestasi untuk suatu inovasi," imbuhnya.

Kunjungan ke markas Google Asia ini juga diisi dengan diskusi panel tentang proses menciptakan inovasi yang diterapkan Google, diskusi, dan tur ke kantor Google. Hingga 9 Mei mendatang, para peserta School Executive Excursion Program 2012 tersebut juga akan melakukan studi banding ke Hwa Chong Institution, dan mengikuti berbagai seminar seputar pendidikan dan teknologi.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป