Tim Robot ITS Target Lolos Nasional

Sabtu, 05 Mei 2012 13:18 wib | -

Ilustrasi: ist. Ilustrasi: ist. SURABAYA – Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) kembali digelar. Kali ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) menjadi tuan rumah ajang persaingan menjadi yang terbaik menciptakan robot.

Kompetisi ini akan digelar 11-12 Mei 2012 mendatang. Ada empat perlombaan yang ditampilkan, yaitu Divisi KRI 2012, KRCI Beroda Robot Cerdas Pemadam Api, KRCI Berkaki Robot Cerdas Pemadam Api, dan KRCI Battle Robosocceer Humanoid League. Para peserta berasal dari perguruan tinggi yang telah dinyatakan lolos seleksi tahap II dan berasal dari regional IV.

Ajang kali ini diikuti 57 tim dengan rincian 13 tim KRI, 21 tim KRCI divisi beroda, 15 tim KRCI divisi berkaki, dan delapan tim KRCI divisi KRCI Battle Robosoccer Humanoid League. "Jumlah peserta sudah pasti. Mereka sudah memastikan diri," kata Ketua Panitia Lomba KRI dan KRCI 2012 Regional IV Zainul Asrori, kemarin.

Kontes robot kali ini mengambil tema "Grebeg Berkah Kedamaian dan Kesejahteraan." Tema itu merupakan terjemahan dari tema kontes robot internasional "Peng On Dai Gat" yang akan diselenggarakan di Hongkong, China, Agustus 2012 mendatang. Menurut Asrori, tema ini merujuk pada kontes yang akan dilombakan, yaitu saling berebut keberkahan di antara sesama kontestan. "Kali ini simbol keberkahannya adalah bakpao, karena tuan rumah kontes internasional adalah China," katanya.

Sebelum kontes dimulai, Asrori meminta para peserta melakukan daftar ulang pada 10 Mei mendatang. Dari daftar sementara, ada beberapa perguruan tinggi baru yang ikut kontes ini, di antaranya Politeknik Banyuwangi dan Politeknik Madiun. "Untuk KRI-nya, Poltek Banyuwangi membawa CTSolid. Sedangkan KRCI-nya Madiun membawa New Sadewa," imbuhnya.

Asrori membeberkan, untuk sistem pertandingan KRI, setiap tim harus membuat satu robot manual dan satu robot otomatis serta satu robot kolektor, berat total robot tidak boleh melebihi 50 kg, batas tegangan tidak melebihi 24 volt. Sementara untuk ukuran lapangan 13.000 mm x 13.000 mm berbentuk persegi dikelilingi dinding kayu setinggi 100 mm dan tebal 50 mm. Lapangan ini terbagi dua bagian yang dipisahkan dengan kayu setinggi 100 mm dan tebal 50 mm, masing-masing untuk tim merah dan tim biru yang bertanding. Sedangkan area lapangan pertandingan terdiri dari manual robot zone, automatic robot zone, starting points, restarting points, loading area, common zone dan on island.

"Banyak ketentuan yang tertera dalam kompetisi ini," ujarnya.

Selain KRI, juga diadakan KRCI dengan tiga divisi. Masing- masing divisi adalah KRCI Beroda Robot Cerdas Pemadam Api, KRCI Berkaki Robot Cerdas Pemadam Api, dan KRCI Battle Robosoccer Humanoid League.

Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Bambang Sampurno mengatakan, kontes semacam ini menjadi ajang pembelajaran bagi semua kompetitor. Lawan terberat ITS dalam kontes robot adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). "Tahun ini target kami adalah menembus nasional dan dapat berlaga di internasional," ujar Bambang.

Untuk mencapai target itu, Bambang meminta peserta ITS serius mengikuti kompetisi ini. Sebab kompetisi ini membawa nama baik almamater. Kompetisi ini sekaligus sebagai upaya melatih pembentukan karakter mahasiswa, karena setiap peserta akan menggunakan strategi untuk menjadi pemenang. "Ada strategi yang diterapkan supaya bisa menang," imbuhnya.

Ketua Tim KRI ITS Fathullah Arrahman mengatakan, timnya sudah siap 100 persen. Hanya tinggal mempersiapkan mental saat bertanding nantinya. Pihaknya telah menyiapkan robot untuk kontes ini sejak Agustus tahun lalu. Saat ini rekor yang telah dicetak robot buatan ITS memakan waktu 1 menit 30 detik. "Itu latihan terakhir. Kami akan tingkatkan terus kemampuannya," katanya.

Tegar Pasius Fikar, salah satu anggota KRCI ITS mengatakan, KRCI Battle Robosoccer Humanoid Leage sudah siap bertanding. Dalam lomba permainan bola ini, ITS mengirimkan dua robot yaitu kiper dan penyerang. Saat ini tim telah melakukan uji coba pertandingan.

Dalam kontes ini, Tegar mengungkapkan, tim tidak dibebani untuk menang melainkan lolos ke tingkat nasional. Bersamaan dengan itu, semua keperluan dan perbaikan akan dilakukan tim untuk menjadi yang terbaik. "Alat sensor telah kami buat dengan baik. Kami menghabiskan dana sekira Rp30 juta," imbuhnya. (arief ardliyanto/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?

Ujian nasional (UN) sudah di depan mata. Duh, harus rajin belajar nih. Sebelum menghadapi UN, perlu ritual khusus nggak sih buat kalian? Kirimkan pendapat kalian ke rubrik Suara Mahasiswa periode 8-16 Maret 2014 dengan tema "UN Perlu Pakai Ritual Nggak Sih?" ke alamat email kampus@okezone.com. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling kece pastinya.. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป