Sensor Bermasalah, Robot ITB Tetap Juara

Rabu, 02 Mei 2012 18:13 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Foto: dok. ITB Foto: dok. ITB JAKARTA - Perjalanan tim Robotika Institut Teknologi Bandung (ITB) menjuarai Trinity College Fire-Fighting Home Robot Competition (TCFFHRC) di Trinnity College, Amerika Serikat (AS), tidaklah mulus. Sejak persiapan hingga masa kompetisi, tim Yaqut dan Aqabah kerap menemui kendala.

Di Tanah Air, tim berkutat dengan pengggalangan dana keberangkatan. Selain dibiayai Ditjen Dikti Kemendikbud, keberangkatan sebagian anggota tim robotika ITB juga didanai pihak sponsor. 

Begitu sampai di Amerika, sensor suara robot yang didesain untuk dipergunakan di negara tropis tidak berfungsi di New York yang sedang berada pada akhir musim dingin. Dengan bantuan alat pengering rambut (hair dryer), sensor tersebut dapat kembali berfungsi meski tidak maksimal.

TCFFHRC adalah kompetisi robot pemadam api. Dalam kompetisi ini, robot diletakkan secara acak dalam sebuah labirin. Ia kemudian kemudian harus mencari sumber panas, mematikannya, lalu kembali ke posisi awal.

Situs ITB, Rabu (2/5/2012), memaparkan, pada salah satu ronde lomba, algoritma robot tim Aqabah sempat salah sehingga robot kehilangan orientasi. Seharusnya, robot tersebut tidak dapat kembali ke posisi awal. Tetapi, robot tersebut tiba-tiba berhenti sejenak, dan kemudian berbalik arah menuju titik awal.

Pada lomba tahunan yang diikuti berbagai kelompok umur dan negara tersebut, tim Yaqut ITB berhasil menyabet juara kedua dan tim Aqabah meraih juara ketiga dalam kategori robot firefighting berkaki.

Kemenangan tim dirayakan dengan berkeliling kota Big Apple. Di Tanah Air, kemenangan tersebut diapresiasi langsung oleh Mendikbud M Nuh. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป