Australiaan Internasional School (AIS) Balikpapan Diresmikan

Kamis, 26 April 2012 11:30 wib | Amir Sarifudin - Okezone

Foto : Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meninjau ruang kelas TK di AIS Balikpapan/Amir Syarifuddin Foto : Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meninjau ruang kelas TK di AIS Balikpapan/Amir Syarifuddin BALIKPAPAN - Australian International School (AIS) membuka cabang baru di Indonesia. Setelah sebelumnya dibuka di Bali dan Jakarta, Balikpapan menjadi lokasi ketiga AIS.

Dalam peresmian yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek di Batakan Housing Complex, Jalan Mualawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) juga dihadiri oleh Dubes Australia Greg Moriarty. Meski sedikit terlambat pada acara penandatangan prasasti pendirian AIS, Greg menyambut positif pendirian AIS ketiga ini. "Ini bisa jadi jembatan hubungan bilateral kedua negara,” ujar Greg pada sambutan singkatnya, kemarin.

Sekolah internasional ini sebenarnya telah berdiri sejak 2007 di Balikpapan namun baru diresmikan Rabu pagi 25 April karena berbagai persiapan yang harus diselesai. Sekolah yang memiliki acuan kurikulum pendidikan di Australia ini memiliki 120 murid yang mayoritas berasal dari keluarga eskpatriat yang bertugas di Balikpapan

Ketua Yayasan Campus AIS Indonesia Jackie Voth mengatakan, kendati memiliki kurikulum yang sama dengan pendidikan Australia, sekolahnya juga menerima murid lokal ataupun warganegara lain yang ada di Balikpapan. “Murid AIS didominasi dari Australia, Amerika, dan Rusia. Ada juga yang berasal dari Jepang, Malasysia, Korea dan termasuk sekira 10 persen dari siswa lokal Indonesia,” ujar Jackie.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyambut baik adanya fasilitas pendidikan yang bisa melayani kebutuhan para ekspatriat yang tinggal di Balikpapan. “Sehingga para pekerja itu tidak terpisah jauh dengan keluarganya. Akibatnya mereka jadi betah tinggal di Balikpapan,” kata Awang.

Selain itu, Awang juga mengapresiasi keberadaan AIS ini yang juga menerima siswa lokal dari Indonesia sehingga tidak terjadi diskriminasi dalam dunia pendidikan. “Saya bangga dan senang diperkenankannya siswa lokal untuk masuk dalam sekolah internasional. Termasuk juga sebagian besar guru berasal dari lulusan lokal kita termasuk murid saya saat mengajar di Universitas Mulawarman (Unmul),” tuturnya.

Public Relations AIS Indonesia Nurbaidah menyatakan, Kampus di Balikpapan baru melayani pendidikan hingga tingkat 10 atau 10 years. “Mereka memiliki sertifikat ijazah kesetaraan untuk melanjutkan tingkat atas atau Perguruan tinggi. Sementara di Jakarta dan Bali sudah melayani pendidikan hingga kelas tingkat 12 atau setara dengan sekolah menengah atas yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi," ujar Nurbaidah.

AIS Indonesia di Jakarta memiliki dua kampus yang terdiri atas 500 siswa. Sementara di Bali sebanyak 207 siswa, serta di Balikpapan sebanyak 120 siswa. Rencananya, dalam wakti dekat, mereka akan menambah jumlah sekolah baru lainnya. “April 2013, kami sedang mengembangkan kampus baru lagi di Bali,” tambah Brust, Direktur AIS untuk Indonesia.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป