Ilustrasi : Corbis
JAKARTA - Berita gembira bagi para dosen. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan memberikan beasiswa bagi para dosen tetap di semua universitas baik negeri maupun swasta.
Sebagai upaya meningkatkan kualifikasi dosen, Dirjen Dikti kembali membuka pendaftaran beasiswa S-2 dan S-3 ke luar negeri. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap PTN, dosen DPk, dan dosen tetap yayasan (PTS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan diutamakan untuk program S3 (PhD).
Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Supriadi Rustad melalui surat edaran yang ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi maupun koordinator perguruan tinggi swasta mengemukakan, pendaftaran dilakukan secara online malalui http://beasiswa.dikti.go.id, paling lambat 7 Mei 2012. Setelah pendaftaran ini, pendaftar akan memperoleh nomor registrasi. Demikian seperti dilansir dari situs Unnes, Senin (23//4/2012).
Sebagai klarifikasi informasi, pelamar diharuskan mengirimkan berkas-berkas berupa nomor registrasi online; surat izin rektor atau pimpinan perguruan tinggi; surat izin Kopertis (khusus bagi pelamar dari PTS); form-A Dikti, dan form DAAD (khusus bagi pelamar IGSP); Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri yang terakreditasi; salinan ijazah S-1 bagi pelamar jenjang S-2, serta ijazah S-2 bagi pelamar jenjang S-3.
Selain itu, pelamar juga menyertakan bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain berstandar internasional, sesuai dengan negara tempat perguruan tinggi yang dituju. Sertifikasi tersebut maksimal dikeluarkan pada dua tahun terakhir. Pelamar juga harus membawa tiga surat rekomendasi, dan proposal penelitian dalam bahasa Inggris.
Seluruh berkas tersebut dimasukkan dalam map hijau dengan menuliskan nama, alamat, serta nomor registrasi online pengirim. Berkas dikirimkan ke Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Pendidikan Tinggi, Kompleks Kemdiknas Gedung D Lantai 5, Jln. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10270. Paling lambat diterima pada 11 Mei 2012 pukul 15.00 WIB.(mrg) (rhs)
getting time ...
Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.
Selasa, 18 Juni 2013 19:40 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 18:57 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 15:51 WIB
Disclaimer
lamtio » 0 Tanggapan
pembatasan usia yg termaktum dlm persyaratan membuat sebagian dosen patah arang dus gagal bgmn ya seandainya batas usia di mksd dlm criteria di undur atau dicopot
Beri Tanggapan Laporkan
donggo » 1 Tanggapan
Apa persyaratannya tidak hanya itu aja.usia juga dibatasi.Dikti lbh peduli dgn PTN kalo dosen PTS dianak tirikan padahal jmlh mhs PTS lebih banyak.
lamtio
pembatasan usia yg termaktum dlm persyaratan membuat sebagian dosen patah arang dus gagal bgmn ya seandainya batas usia di mksd dlm criteria di undur atau dicopot
Beri Tanggapan Laporkan
ade » 0 Tanggapan
prosedur beasiswa yang rumit...membuat calon peminat tidak bernafsu mengikuti beasiswa....peduli s***n dengan kerumitan dan birokrasi yang ada...cukup dengan biaya sendiri lebih puas dan bangga.
Beri Tanggapan Laporkan
Amelia Siregar » 0 Tanggapan
Jika bahasa menjadi kendala dalam melanjutkan studi, PT di Indonesia juga banyak yang sudah layak bahkan bertaraf internasional. Mengirim petugas belajar ke luar negeri tentu memerlukan biaya yang lebih besar daripada belajar didalam negeri sehingga hrs ada added value bagi petugas belajar ke luar negeri, terutama dari content tesis/disertasi.
Beri Tanggapan Laporkan