Wawancara Khusus Laily M Nuh (2)

"Pensiun Dini", Laily Berkiprah di SIKIB

Sabtu, 21 April 2012 17:23 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Setelah 'pensiun dini', Laily Rachmawati aktif di SIKIB. (Foto: Rifa Nadia/okezone) MENJADI istri menteri membuat Laily Rachmawati harus siap mendampingi sang suami menjalankan tugas kenegaraan. Tidak jarang, dia turut memantau kondisi pendidikan di berbagai daerah terpencil di seluruh Indonesia.

Sejak 2007, Laily menetap di Ibu Kota, mendampingi Mohammad Nuh yang ditunjuk menjadi menteri komunikasi dan informatika (menkominfo), sebelum menempati posisi menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud). Sejak itu pula Laily "pensiun dini" dari profesinya sebagai dokter gigi dan kepala Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.

"Saya memang berkomitmen mendampingi Bapak sepenuhnya. Sebab, tidak mungkin juga saya terus praktik sementara Bapak di Jakarta," kata Laily ketika berbincang dengan Okezone di kediaman dinas mendikbud, Jalan Widya Chandra III nomor 11, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wanita berkerudung ini mengaku, terkadang timbul rasa rindu pada dunia profesi medis yang digelutinya sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, 1990 lalu tersebut. Kerinduan ini bahkan memuncak ketika dia mulai beradaptasi dengan kehidupan istri menteri dan rumah baru di Jakarta.

Laily bercerita, dahulu, ketika ditanya apa profesinya, dia dengan percaya diri akan menjawab, "Dokter gigi." Bagi Laily, memiliki profesi membuatnya memiliki kebanggaan. Terlebih lagi ketika dia menyadari bahwa dengan profesinya, Laily ikut berkiprah di dunia kesehatan Indonesia.

"Bertemu dengan teman sejawat juga memberi saya kebahagiaan tersendiri. Hal-hal seperti itu saja, yakni merasa memiliki profesi, yang membuat saya kangen," katanya.

Sulung dari lima bersaudara ini mengenang, dia kesulitan beradaptasi pada masa awal mendampingi Nuh sebagai menteri. Tidak tinggal diam, Laily pun berusaha mencari kesibukan, mulai dari menata rumah, hingga bergabung dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Laily mengaku menikmati berbagai kegiatan di SIKIB. Menurutnya, menjadi wanita yang mendampingi suami bukan berarti hanya berdiam diri di rumah. Terlebih, putri tunggalnya, Rachma Rizqina Mardhotillah, sudah menjadi mahasiswa dan bisa mandiri di Surabaya.

Di perkumpulan istri-istri menteri dan pejabat negara dari Kabinet Indonesia Bersatu ini Laily aktif dan menjadi koordinator satu pilar pergerakan SIKIB, Indonesia Pintar. Laily pun gencar menyosialisasikan dan menjalankan program pendirian perpustakaan, penyediaan mobil, motor, atau perahu pintar, serta menginisiasi program-program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di pelosok Nusantara. 

"Saya berpikir, meski sudah tidak menjadi dokter gigi, saya bisa memberi sumbangsih pada negara melalui dunia pendidikan atau di bidang apa pun. Masa iya suami berangkat kerja kemudian saya diam saja di rumah?" imbuhnya.

Wanita kelahiran Surabaya, 20 September 1965 ini menuturkan, jika mengikuti sang suami mengunjungi berbagai daerah, dia kerap kali membawa buku-buku sumbangan dari SIKIB untuk dibagikan kepada penduduk setempat. Satu hal yang selalu membuatnya trenyuh adalah, begitu kardus buku tersebut dibuka, ratusan anak sontak menghampiri dan berebut mengambil buku untuk dibaca.

"Saya jadi tahu, mereka sangat membutuhkan bantuan buku tersebut," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Laily juga sering mengingatkan Nuh untuk menyelipkan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang pendidikan karakter dalam setiap kata sambutannya. Biasanya, Laily mengingatkan sang suami untuk menyampaikan pentingnya budaya antre dan bersih.

Selama sekira lima tahun mendampingi Nuh sebagai menteri, Laily mengaku tidak pernah sekali pun mengganggu urusan sang suami. Menurut wanita berkerudung itu, tugas sebagai menteri sudah berat. Jadi, sebisa mungkin, Laily pun tidak menambah beban pikiran Nuh di rumah.

"Sebagai istri, saya hanya bisa berdoa dan melengkapi tugas suami sebagai tangan pemerintah. Salah satunya ya melalui SIKIB itu," ujar Laily. (bersambung) (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »