Lomba Karya Tulis untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Minggu, 22 April 2012 11:02 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Ilustrasi : Corbis Ilustrasi : Corbis JAKARTA - Kebudayaan menulis bukan hanya diterapkan bagi generasi penerus, yakni dengan adanya kebijakan jurnal ilmiah bagi mahasiswa. Kali ini, para guru mulai dari tingkat TK hingga SMA atau sederajat ditantang dalam kompetisi Karya Tulis Ilmiah besutan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Program Pascasarjana (PPs) Unnes menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan tema “Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui Implementasi Pembelajaran Inovatif”. Sistematika penulisan meliputi: abstrak, pendahuluan, kajian teoretik, implementasi atau pembahasan, penutup, dan daftar pustaka. Sementara aspek yang dinilai terdiri atas originalitas gagasan, keinovatifan, fisibilitas implementasi, kebahasaan, logis, dan runtut. Demikian seperti dikutip dari laman Unnes, Minggu (22/4/2012).

Naskah yang diterima akan diseleksi menjadi lima nominasi. Peserta terpilih akan diumumkan melalui website pps.unnes.ac.id dan dihubungi melalui nomor telepon yang telah dicantumkan dalam biodata. Mereka yang terpilih akan memaparkan karya tulis tersebut pada 29 Mei 2012, mulai pukul 08.00 WIB di hadapan tiga juri. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah dilaksanakan setelah acara pemaparan.

Berminat? Pengiriman naskah diterima hingga 21 Mei 2012 melalui email pps@unnes.ac.id. Hadiah yang ditawarkan untuk para juara sangat menarik, berupa uang tunai sebagai dana pembinaan, serta piagam dan trofi. Informasi lengkap mengenai sistematika penulisan dapat diakses pada laman pps.unnes.ac.id.(mrg) (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป