Teliti Udang, Naim Raih Doktor di Arizona

Selasa, 03 April 2012 18:13 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Sidratun Naim (tengah) meraih gelar doktor di Arizona berkat penelitiannya tentang penyakit pada udang. (Foto: Margaret P/okezone) Sidratun Naim (tengah) meraih gelar doktor di Arizona berkat penelitiannya tentang penyakit pada udang. (Foto: Margaret P/okezone) JAKARTA - Siapa sangka penelitiannya terhadap udang dan penyakit yang kerap menyerang mahluk laut mengantarkan Sidratun Naim menyelesaikan studi S-3 di Universitas Arizona.

Naim, begitu dia biasa disapa menuturkan, dia memulai penelitian tentang penyakit udang yang dikenal dengan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) karena menyadari rendahnya pengetahuan masyarakat, terutama petambak udang terhadap penyakit tersebut

"Pada 2006-2010 jumlah kerugian akibat serangan virus IMNV ini mencapai USD500 juta. Namun, ketika saya bekerja untuk rekonstruksi Aceh pascatsunami, saya lihat belum ada satu pun orang Indonesia yang memiliki pengetahuan khusus untuk mengatasi permasalahan ini," kata Naim di hadapan awak media di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2012).

Menyadari udang adalah salah satu sumber penghasilan banyak masyarakat Indonesia, Naim pun mendalami cara mengatasi penyakit tersebut. Beruntung, penelitian ini mampu menarik perhatian para juri L'Oreal-UNESCO For Women In Science Internasional.

"Karena L'Oreal, penelitian saya bisa berlanjut menjadi penelitian yang lebih mendalam hingga akhirnya mampu menemukan solusi," ujarnya menjelaskan.

Setelah melakukan selama tiga tahun dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Arizona, Naim akan melanjutkan penelitian tersebut di Harvard Medical School, Boston, AS. "Tadinya saya memilih dua tempat untuk memperdalam penelitian udang ini, yaitu di MIT dan Harvard. Tapi ketidakfokusan ini membuat saya tidak terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia di L'Oreal-UNESCO For Women In Science Internasional pada 2011. Begitu mengganti fokus penelitian di satu tempat saja, saya justru terpilih," tuturnya ramah.

Sementara itu, Head of Communication PT L'Oreal Indonesia Melanie Kridaman berharap, kisah Naim menjadi inspirasi bagi peneliti muda wanita Indonesia lainnya untuk terus berkarya. "Kami berharap akan tumbuh Naim-Naim lain untuk berprestasi di tingkat internasional," kata Melanie.

Dia menambahkan, L'Oreal berkomitmen untuk membangun jiwa peneliti dalam diri perempuan Indonesia sejak dini. Salah satunya L'Oreal Girls Science Camp bagi siswi SMA di berbagai wilayah di Indonesia. "Tidak hanya itu, kami menyadari pentingnya peranan fasilitas dalam sebuah penelitian. Misalnya, laboraturium. Maka. Kami pun mengadakan program renovasi terhadap laboratotium di sejumlah sekolah," ujarnya. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป