Ilustrasi: ist.
JAKARTA - Pada Jalur Undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), pihak perguruan tinggi mengacu pada nilai rapor yang sifatnya relatif.
Menurut Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab, nilai tujuh atau sembilan di rapor pada tiap sekolah tentu berbeda, baik negeri maupun swasta.
"Nilai tersebut sangat kontekstual. Sehingga agak repot ketika kami (kampus) menjadikan nilai rapor sebagai pegangan," kata Rochmat di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Sekretaris Panitia SNMPTN 2012 ini menyarankan, nilai rapor yang bersifat relatif ini dapat diantisipasi dengan uji rangking. Dia meyakini, peringkat tertinggi di sekolah mana pun pasti merupakan siswa pintar. Tapi, lanjutnya, perlu diingat jumlah anak pintar di sekolah jelek tidak sebanyak di sekolah yang bagus. Oleh karena itu, kriteria ini harus diberikan bobot yang berbeda.
Sementara mengenai Ujian Nasional (UN), kata Rochmat, yang harus dilihat bukan hanya soal lulus dan tidak lulus, tapi juga perlu memperhatikan tingkat kejujuran di tiap wilayah. Ada white area, black area, dan grey area.
"Selama ini yang dilihat hanya lulus tidak lulus. Ketika UN dijadikan pertimbangan untuk penerimaan mahasiswa baru maka harus diperhatikan tingkat keamanan pelaksanaan UN di tiap daerah. Artinya, ada kesadaran untuk melakukan gerakan untuk melakukan UN yang lebih kredibel," kata Rochmat.
Dia mengungkapkan, jika ingin lebih rinci, kriteria penilaian hendaknya dimulai dari tingkat daerah dan di tiap sekolah. "Tentu tidak semua sekolah di black area adalah sekolah dengan kualitas buruk, tetap ada sekolah yang bagus. Demikian pula di white area, belum tentu semua sekolah di daerah tersebut berkualitas bagus," ungkapnya.
Menurutnya, dengan melakukan penilaian kembali terhadap kriteria masing-masing sekolah di tiap daerah, maka bukan tidak mungkin penerimaan mahasiswa baru bisa dilakukan tanpa tes. "Jika sudah mengoreksi itu maka saya rasa cukup penerimaan mahasiswa baru tanpa tes. Menurut saya, hal ini sangat beralasan," ujarnya. (rfa)
getting time ...
Yes, lepas baju putih abu-abu nih. Sekarang bisa pakai baju bebas alias jadi mahasiswa. Tapi, mau pilih jurusan apa ya? Bingung nih. Nah, sebelum masuk SNMPTN dan SBMPTN, sharing tips dan trik milih jurusan yuk buat mereka yang merasa kebingungan ke rubrik Suara Mahasiswa periode 14 Mei-31 Mei 2013. Kirim ceritamu ke kampus@okezone.com disertai data diri dan foto paling oke.
Rabu, 19 Juni 2013 13:50 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:30 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 12:09 WIB
Disclaimer
moh ainun najib » 0 Tanggapan
saya sangat menyayangkan penghapusan snmptn tertulis. karena para siswa akan berlomba lomba untuk melakukan segala cara untuk mendapatkan nilai demi mendapatkan akses undangan , entah mengapa arti sebuah pendidikan kian hari hilang karena pada dasarnya pendidikan bertujuan mendidik insan agar lebih baik dan mulia, dengan adanya kecurangan kecurangan demi mendapatkan nilai undangan ini akan menjadi hal yang buruk untuk mental bangsa Indonesia, yang terhormat Bapak M. Nuh tolonglah kebijakan ini di kaji ulang.
Beri Tanggapan Laporkan
edo Ricardianto » 0 Tanggapan
ini nih kebijakan dan kebodohan kemendikbud sekarang , tak mau mendengarkan aspirasi rakyat dari jaman dulu dari snmptn tulis istilahnya pertama kali dilakukan tak ada masalah kan, bisa-bisa nanti PTN cuman diisi kongsi-kongsi satu sekolahan , sayangnya hanya sma kota yang Notabene lebih diperhatikan PTN ,
Beri Tanggapan Laporkan
Ryan » 0 Tanggapan
klo pake nilai rapor, yang masuk ITB makin gk qualified aja tiap tahun..
Beri Tanggapan Laporkan
pemimpi » 0 Tanggapan
betul, apalagi ini Indonesia yang apa saja penuh kepalsuan, saya alumni 2011 jujur saja saya masih berharap bisa mengikuti SNMPTN 2012 atau 2013 karena saya harus bekerja terlebih dahulu. saya sangat tidak setuju karena setiap tahun saja UN selalu BOCOR. mohon dipikiran kembali segala kebijakan demi memajukan bangsa Indonesia, karena bagaimanapun juga kualitas mahasiswa nantinya ditentukan dari sini, jangan sampai 20 tahun mendatang Indonesia HANCUR. coba lihat sekarang, seberapa rusakkah moral pemimpin kita? apa ingin lebih parah lagi dimasa mendatang?
Beri Tanggapan Laporkan
dimas ramadhan » 0 Tanggapan
saya sebagai siswa kelas XI dan akan masuk perguruan tinggi tahun depan, saya TIDAK setuju dengan ditiadakannya SNMPTN tulis . karena menurut saya nilai raport dapat di manipulasi oleh sekolah . tolong dengarkan aspirasi kami
Beri Tanggapan Laporkan