- home
- news
- international
- economy
-
BERITA TERBARU
- Mitra Investindo Incar Produksi Granit 2 Jt Ton
- Ambles 1,66%, IHSG Terjun Bebas di 5.121
- PLN Gunakan 4.629 Kl BBM untuk PLTGU Muara Tawar
- Kadin Pecah, Sofyan Takut Berimbas ke Apindo
- Dahlan Niat Merger Garuda Indonesia dengan AP I & II
BERITA TERPOPULER
- Sri Mulyani 'Naik Kelas' di Daftar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia
- 60 Perusahaan Tekstil Dipastikan 'Cabut' dari Jakarta
- Resep Jitu Bos Zippo Jadi Pemimpin Sukses
- Akuisisi Danamon, OJK Minta Review Aturan
- Tragedi Freeport Tak akan Pengaruhi Re-Negosiasi Kontrak Tambang
-
- lifestyle
- celebrity
-
BERITA TERBARU
- Kelelahan Syuting, Prisia Nasution & Adinia Wirasti Mudah Emosi
- Aura Kasih Sering Ditawari One Night Stand
- Jelang Melahirkan, Baim Temani Artika Semalaman
- Anna Marisa Sempat Lihat Ayah Gugun Gondrong Kritis Semalam
- Sebelum Meninggal, Ayah Gugun Gondrong Bolak-balik Rumah Sakit
-
- music
- sports
- bola
- techno
- autos
- kampus
- travel
- index
Disclaimer
yooaa » 0 Tanggapan
saya rasa pembagian nilai rapot oleh guru ditiap-tiap sekolah itu berbeda-beda. bagaimana dengan sekolah swasta yang gurunya pelit minta ampun ngeluarin nilai
Beri Tanggapan Laporkan
erick, S.Pd.Ing B.A » 0 Tanggapan
hal ini harus mendapatkan pengawalan dan sosial kontrol masyarakat melalui LSM Penggiat Pendidikan. Karena membuka peluang adanya kongkalingkong lulusan, hal ini di karenakan kendali sepenuhnya di serah kan kepada pihak perguruan tinggi. bisa saja .... tak kita tak perlu pesimis, sepanjang ada kontrol dan pengawasan oleh masyarakat maka yakin tujuan akan mudah tercapai. demikian pula akan semakin maraknya lembaga persiapan pra UMPYN. namun ada sedikit kekuatiran saya dengan masih di tekukannya IPK yang rendah di beberapa daerah di Indonesia. tentu mereka mendapatkan kesulitan masuk perguruan tinggi negri dengan nilai yang pas pasan Salam
Beri Tanggapan Laporkan
anonymous » 0 Tanggapan
EH BEGO,MASIH KORUPSI AJA PAKE ACARA NGAPUS" SNMPTN,LO GAK TAU APA ANAK BUAH LO PADA JUAL KUNCI JAWABAN UN.LO MAU UNIV.NEGERI TERPANDANG JADI SUKA TAWURAN GARA-GARA ISINYA MAHASISWA BLANGSAK YANG UJIANNYA PAKE BOCORAN ?? HAH !!!
Beri Tanggapan Laporkan
OGNAITE » 0 Tanggapan
kalau sistemnya mengandalkan nilai rapot dan un jangan harap akan meningkatkan mutu karena NILAI RAPOT : sekarang angka2 yang besar bukan jaminan kalau ia memiliki kemampuan yang besar juga UN :apa lagi dengan un yang emang kecurangan dimana2,klo di un yang tidak belajar aja bisa dapet 100 itu sudah biasa karena mendapatkan amunisi yang sangat top kesimpulan jika sistem seperti ini akan diterapkan maka siap2lah untuk menggalo lubang kubur sendiri bagi pendidikan..................
Beri Tanggapan Laporkan
bp » 0 Tanggapan
menghpus tes SNMPTN brarti sama sja meningktkn kcurangn,,,,krena jka yang digntungkn hnya nlai UN itu sama sja mnurunkn mutu univrsitas krena bnyk skali nlai2 tnggi yng plsu di UN,,,,Lbih baik hrus tetp diadkn sja,,,,,krena tes UNMPTN bsa untk mengkur kmampuan clon mhasiswa sjauh mna kmampuan mhasiswa i2,,,,,bkan mengandalkan nilai ,,,,,
Beri Tanggapan Laporkan