Guru Minim Meneliti

Kamis, 08 Maret 2012 10:42 wib | -

Guru Minim Meneliti Image: corbis.com SEMARANG – Pustakawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosa Widyawan menyebutkan, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh kalangan guru selama ini masih minim.

Para guru kekurangan waktu untuk melakukan penelitian karena banyak tersita untuk mengajar. "Selama ini, penelitian yang ada hanya sebatas penelitian tindakan kelas (PTK), namun persoalan riil yang terjadi di kalangan siswa masih jarang," ujarnya, kemarin.

Menurutnya, banyak hal di tingkat sekolah, seperti tawuran siswa, kenakalan remaja dan lainnya memerlukan langkah yang harus diambil melalui penelitian. "Riset-riset yang dilakukan guru masih sebatas penelitian tindakan, sedangkan yang bersifat aplikatif belum banyak dilakukan. Secara kuantitas ada sekira 4.000 hasil riset guru yang ada di LIPI. Tapi belum secara kontinyu dan kualitas. Akhirnya ya mati suri," katanya.

Setiap penelitian, kata dia, semestinya juga dapat masuk ke dalam jurnal. Sehingga, dapat dikomunikasikan hasil kajiannya oleh berbagai pihak dan ditindaklanjuti. "Hasil penelitian dari gejala sosial yang terjadi pada siswa sebenarnya sangat penting untuk diatasi melalui penelitian. Dan setiap masalah, perlu dilakukan oleh guru-guru tertentu atau khusus yang melakukan penelitian," bebernya.

Kalangan siswa pada generasi saat ini, lanjut dia, merupakan generasi digital native yang akrab dengan teknologi digital. (susilo himawan/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »