Sejak 1996, Penelitian RI Tak Bertambah

Senin, 27 Februari 2012 11:19 wib | Margaret Puspitarini - Okezone

Image: corbis.com Image: corbis.com DEPOK - Sebagai negara berkembang, sejatinya Indonesia mampu meningkatkan jumlah publikasi hasil penelitian berupa karya ilmiah.

Namun, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, melihat grafiknya, sejak 1996 publikasi karya ilmiah di  Indonesia konsisten, alias tidak ada peningkatan.

Padahal, Nuh mengimbuhkan, menulis karya ilmiah sebenarnya tidak perlu dipersulit. Civitas academica, pasti bisa menulis apa pun yang diketahuinya.

"Kita kan bukan menulis apa yang tidak diketahui. Ada perbedaan antara tidak mau dengan tidak bisa. Kalau tidak bisa akan kami dorong untuk terus belajar," ujar Nuh usai membuka Rembuk Nasional Pendidikan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (27/2/2012).

Mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini memaparkan, berdasarkan data, publikasi jurnal ilmiah Indonesia berada di urutan terbawah setelah Malaysia, Turki, China, Thailand, Mesir, dan India.

"Indonesia itu ibarat gajah yang sedang tidur. Bayangkan saja Indonesia menghasilkan 4.000 sarjana setiap tahun, paling banyak dibanding negara berkembang lainnya. Nah, untuk membangunkan gajah yang sudah keasyikan tidur ini perlu usaha yang gigih," tuturnya.

Usaha yang gigih itu pun diterjemahkan Kemendikbud dengan mengeluarkan kebijakan mewajibkan penulisan dan publikasi karya ilmiah bagi para mahasiswa untuk semua jenjang pendidikan tinggi. Namun, kebijakan yang akan diberlakukan mulai Agustus 2012 itu menuai kontroversi. (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป