Getting Time...

Mahasiswa China Sewa Joki Saat Ujian Lukis

Hanna Meinita
Jum'at, 24 Februari 2012 18:00 wib
Foto: Otoritas menyelidiki sebuah studio lukis di kabupaten Haizhu. (China Daily)
Foto: Otoritas menyelidiki sebuah studio lukis di kabupaten Haizhu. (China Daily)
BEIJING - Seorang kepala pemeriksa politeknik di China dipecat oleh otoritas setempat. Pemecatan dilakukan setelah lebih dari 430 mahasiswa yang mengikuti ujian seni lukis di polteknik ini, diselidiki karena diduga melakukan kecurangan.

Pihak berwenang menyatakan kepala pemeriksa bermarga Wu telah dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Urusan Mengajar Guangzhou City Polytechnic, salah satu tempat ujian seni di provinsi Guangdong.

Menurut otoritas pemeriksa pendidikan di provinsi Guangdong, dari 430 mahasiswa yang diperiksa, 103 di antaranya diduga menggunakan joki untuk mengikuti tes. Para mahasiswa yang ketahuan curang dan diterima, akan dibatalkan keikutsertaannya. Sementara mereka yang ketahuan menggunakan joki akan dilarang untuk kembali mengikuti ujian masuk tahun depan.

Wakil Direktur Ujian Pendidikan Huang Youwen mendesak semua pihak agar melaporkan tindak kecurangan. Dia juga berjanji menyelidiki skandal ini serta meningkatkan pemeriksaan dan pengawasan di semua pusat ujian untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Skandal kecurangan terungkap setelah otoritas pendidikan menerima laporan dari orangtua murid, awal pekan ini. Sebanyak 103 mahasiswa disebutkan membayar orang lain untuk menggambar atau melukis karya seni mereka untuk diikutkan dalam ujian. Pekerjaan palsu ini dilakukan di beberapa studio yang tidak memiliki izin di desa Xiaozhou, dekat Guangzhou Academy of Fine Arts di kabupaten Haizhu.

“Joki dibayar hingga 200 ribu yuan atau setara dengan Rp287,5 juta (Rp1,437 per yuan) per bulan dari mahasiswa yang mereka gantikan saat ujian seni,” ujar seorang mahasiswa yang tidak ingin namanya disebutkan.

Pemerintah kabupaten Haizhu telah meluncurkan penyelidikan khusus ke studio. Namun studio ini ditemukan dalam kondisi kosong. Desa Xiaozhou dikenal memiliki banyak studio, namun hanya 16 studio yang memiliki izin untuk beroperasi. Demikian seperti dikutip dari China Daily, Jumat (24/2/2012).

Tahun ini,  157 perguruan tinggi di China melangsungkan ujian seni di sembilan pusat ujian di Guangdong. Dalam ujian yang berlangsung pada 30 Januari-22 Februari, lebih dari 180 ribu siswa mengikuti ujian tersebut.(rhs)
TWITTER »
twit