Foto: dok. pribadi
MESKI didukung undang-undang, banyak pro kontra timbul tentang pembubaran Front Pembela Indonesia (FPI) sebagai salah satu ormas yang ada di Tanah Air.
Sesungguhnya FPI sendiri mempunyai tujuan yang baik, namun mereka menempuh cara yang salah. Berbagai contoh telah bisa kita lihat, hingga berujung pada peristiwa penolakan FPI di Kalimantan Tengah.
Agak kurang etis sepertinya jika kita hanya menilik dari sisi luar dari suatu permasalahan. Padahal, banyak faktor penyebab yang mestinya kita garis bawahi. Salah satunya adalah, lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perkembangan masyarakat sehingga mendorong ormas turun tangan menyelesaikannya.
Sekarang mungkin keadaannya sudah berbeda, karena FPI sendiri sudah mempunyai citra buruk di mata masyarakat. Sudah seharusnya FPI mengikuti prosedur yang ada sekarang. Namun, biarlah hukum yang memutuskan apakah FPI akan tetap ada atau akan dibekukan.
Untuk akhirnya, bukan berarti segala permasalahan terselesaikan. Tapi hal ini merupakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk meningkatkan kembali pengawasan dalam masyarakat. Tentu saja, kita sebagai masyarakat pun turut serta dalam proses tersebut.
LB Ciputri Hutabarat
Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran(//rfa)