Getting Time...

Anarki FPI? Pemerintah Koreksi Diri!

Jum'at, 24 Februari 2012 14:40 wib
Foto: dok. pribadi
Foto: dok. pribadi
MESKI didukung undang-undang, banyak pro kontra timbul tentang pembubaran Front Pembela Indonesia (FPI) sebagai salah satu ormas yang ada di Tanah Air.

Sesungguhnya FPI sendiri mempunyai tujuan yang baik, namun mereka menempuh cara yang salah. Berbagai contoh telah bisa kita lihat, hingga berujung pada peristiwa penolakan FPI di Kalimantan Tengah.

Agak kurang etis sepertinya jika kita hanya menilik dari sisi luar dari suatu permasalahan. Padahal, banyak faktor penyebab yang mestinya kita garis bawahi. Salah satunya adalah, lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perkembangan masyarakat sehingga mendorong ormas turun tangan menyelesaikannya.

Sekarang mungkin keadaannya sudah berbeda, karena FPI sendiri sudah mempunyai citra buruk di mata masyarakat. Sudah seharusnya FPI mengikuti prosedur yang ada sekarang. Namun, biarlah hukum yang memutuskan apakah FPI akan tetap ada atau akan dibekukan.

Untuk akhirnya, bukan berarti segala permasalahan terselesaikan. Tapi hal ini merupakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk meningkatkan kembali pengawasan dalam masyarakat. Tentu saja, kita sebagai masyarakat pun turut serta dalam proses tersebut.

LB Ciputri Hutabarat
Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Padjadjaran(//rfa)
  • jerry Christensen, R » 0 Tanggapan
    memang sudah semakin jauh perjalanan FPI dalam melakukan anairkisnya, sehingga sangat dilematish dari untuk bertindak, terlebih lagi bagi mereka yang mencari aman dalam kedudukannya sebagai pemimpin negara dan politisi yang hendak akan maju lagi dalam bursa presiden, parlemen dsbnya. Namun yang penting mari kita junjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan hukum dalam mnyelesaikan masalah, agara ciri kebinekaan tetap lestari
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jaja » 0 Tanggapan
    pernah engga sih disekitar anda ada peristiwa atau kejadaian yang diliput media, coba anda teliti isi yang ada dimedia dengan kenyataan sebenarnya, wartawan sering melebih-lebihkan isi berita supaya lebih menarik pembaca atau pendengarnya, termasuk isu FPI, diharapkan masyarakat jangan mudah terpancing informasi atau berita, masyarakat itu jauh dari tempat kejadian, apa yang sebenarnya ada diberita bukan harus ditelan mentah-mentah, berita bukan wahyu Ilahi yang harus dipercaya kebenarannya secara mutlak....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Alfa » 0 Tanggapan
    Duh media di negeri ini sepertinya selalu menjatuhkan FPI. Padahal warga petamburan tetangga FPI adem-adem aja tuh bahkan malah seneng. Mending dukung FPI dari pada dukung koruptor
    Beri Tanggapan Laporkan
  • romi » 2 Tanggapan
    Dalam tulisan anda bahwa "seharusnya FPI mengikuti prosedur" Hmm.... Sepertinya anda tipe orang yang hanya duduk di rumah, dengan kursi nyaman, dan tidak pernah langsung melihat ke lapangan. Seharusnya anda lihat, bahwa setiap aksi yang dilakukan oleh FPI selalu melakukan prosedur, bahkan meminta izin kepada pihak kepolisian. Saya seorang mahasiswa, dan setiap ada aksi. Saya langsung melihat kelapangan tempat terjadinya lalu bertanya kepada warga2 setempat. Hasilnyapun berbeda dari apa yang ada di media dengan apa yang disaksikan oleh masyarakat. Orang kritis itu bukan hanya duduk diam manis di depan TV langsung memberi komentar, tapi coba lihat langsung kelapangan !
    • TIAN
      oh kalau menurut anda apa yang fpi lakukan sudah sesuai prosedur berarti anda yang lebih kurang pendidikan, maksud anda memukul, menghancurkan,mengancam sudah sesuai dengan hukum islam,atau sesuai prosedur? berarti anda harus banyak-banyak bersekolah lagi
    • B.Yulianto
      Memang semua ormas yang telah dakui oleh Pemerintah RI adalah sah adanya., dan tentu mempunyai visi dan misi yang baik.. Sekarang banyak para intelektual, para genius yang ahli di dalam bidang politik maupun apa saja yang mereka miliki. Seharusnya para intelektual itu harus duduk bersama dengan para pimpinan ormas untuk saling berdiskusi saling mengisi wawasan-2 yang sedang dihadapi.Sehingga tidak saling menyalahkan. Terutama yang menjadi berbincangan akhir-2 ini adalah FPI.Bagi orang awam memang yang mereka lihat hanya dari media, baik itu dari media cetak maupun televisi. Jadi mereka bisa ambil kesimpulan apa adanya yang mereka baca maupun mereka lihat dalam media.Yang saya sarankan supaya para ormas di dalam ambil tindakan bisa bekerjasama dengan aparat dan para pengurus warga setempat yang ada. Jadi tidak bertindak sendiri, yang saya kawatirkan kalau ada oknum2 tertentu yang menggunakan kesempatan bertindak anarkis padahal tidak tahu apa2 yang menjadi permasalahannya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit