Ilustrasi : Corbis
JAKARTA - Mengadopsi teknik menjemput bola, pemerintah Jepang kembali menggelar Japan Education Fair in Indonesia (JEFI) pada Minggu 26 Februari mendatang.
Bertempat di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta Pusat, JEFI tersebut rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh.
Komisaris Pandan College dan Pandan International Richard Susilo menyatakan, kita patut bersyukur melihat kepedulian pemerintah Indonesia terhadap pendidikan bangsanya. Tampak pemerintah berupaya memberikan yang terbaik dengan berbagai pilihan, salah satunya belajar ke Jepang.
"Itu sebabnya menteri ikut mendorong memberikan motivasi kepada bangsa Indonesia ini untuk mencari solusi belajar ke tempat terbaik, khususnya di Asia dengan belajar ke Jepang,” kata Richard seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada okezone, Jumat (24/2/2012).
Saat ini di Jepang, jumlah anak muda sangat kurang sehingga Negeri Sakura tersebut berada dalam kondisi piramida terbalik, yakni jumlah orangtua sangat banyak dibandingkan dengan anak muda. Hal ini merupakan kesempatan Indonesia untuk mengisi kekosongan tersebut. Tidak sekadar menimba ilmu, kesempatan kerja kaum muda Indonesia di Jepang juga terbuka lebar.
“Hubungan Indonesia-Jepang sudah berlangsung selama 52 tahun. Pertukaran pelajar kedua negara serta saling pengertian di sana-sini dibutuhkan untuk memperkuat hubungan tersebut. Selain itu, perubahan situasi global dan Jepang khususnya, menimbulkan upaya menjemput bola. Salah satunya di bidang pendidikan, karena lembaga pendidikan di Jepang kini semakin kosong melompong mengingat jumlah penduduk muda yang semakin dikit," ujarnya menjelaskan.
Maka, katanya, JEFI digelar bukan hanya untuk anak muda Indonesia tetapi juga bagi Sekolah Jepang yang akan merasa terbantu dengan masuknya murid Indonesia ke sekolah-sekolah tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Mendiknas yang mau mengerti upaya menjalin kerja sama Pendidikan kedua negara ini agar tercipta win-win solution bagi kedua negara. Tentu saya berharap respons yang positif pula dari pihak Jepang atas usaha JEFI karena ini menyangkut pendidikan, hakikat mendasar dari kehidupan seorang manusia yang harus dipenuhi sejak kanak-kanak,” tuturnya.
Kegiatan besutan Pandan International bersama Pandan College digelar dua kali dalam satu tahun. Tujuannya agar dapat menyesar kalangan masyarakat Indonesia secara lebih luas. “Kami tahu sangat besar minat masyarakat Indonesia kepada Jepang tidak hanya di Jadebotabek saja tetapi di semua wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu pada waktunya nanti kita usahakan juga untuk menyelenggarakan JEFI di kota lain di Indonesia,” kata Richard.
Selain pendidikan, tambahnya, juga akan digelar pengenalan budaya Jepang melalui Tour Anime Sakura ke Tokyo 22-26 Maret mendatang. “Kami akan mengajak peserta tur melihat budaya Jepang langsung di Tokyo, pesta anime terbesar di dunia, sekaligus akan berkunjung ke sekolah Jepang di Tokyo sehingga bisa melihat dan merasakan sendiri belajar di Jepang. Tidak lupa, kita dapat melakukan Hanami, tradisi bersuka ria di bawah pohon Sakura yang hanya mekar selama dua minggu saja,” ujarnya.(mrg)(rfa)