Getting Time...

Elfina Wujudkan Administrasi Paperless di Unsoed

Margaret Puspitarini
Jum'at, 24 Februari 2012 14:02 wib
Foto : Unsoed
Foto : Unsoed
JAKARTA - Salah satu bentuk tindakan untuk mencegah semakin luasnya pemanasan global (global warming) adalah mengurangi penggunaan kertas. Sebab, semakin banyak kertas yang digunakan, maka semakin banyak pula batang kayu yang dibutuhkan.

Hal ini yang coba diwujudkan oleh Univeresitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwakarta melalui sistem administrasinya. Kini, urusan administrasi Unsoed tidak lagi menggunakan kertas, melainkan berbentuk elektronik dengan sistem yang disebut L'Fina.

L’Fina adalah program layanan keuangan yang dibuat oleh Tim Pengembang Sistem Akuntansi Keuangan Unsoed yang memungkinkan dokumen diproses secara cepat, akurat, serta tidak terkendala jarak dan waktu dengan biaya yang lebih efisien. Sistem e-payment L’Fina memungkinkan audit trail dan audit evidence lebih lengkap dan akurat.

Pembantu Rektor II Unsoed Eko Hariyanto menyampaikan,  penemuan ini juga memungkinkan penandatangan dokumen dapat dilakukan oleh otorisator atau pejabat. kapan dan di mana pun mereka berada melalui jaringan internet. Eko berharap, penggunaan aplikasi L’Fina ini akan memudahkan dan melancarkan proses keuangan Unsoed.

Rektor Unsoed Edy Yuwono mengungkapkan apresiasinya atas aplikasi L’Fina yang siap dioperasikan. Edy mengatakan, selama ini penggunakan kertas dalam administrasi menghabiskan banyak biaya dan tidak ramah lingkungan. Hal ini disebabkan kertas yang digunakan adalah bukan kertas hasil daur ulang akan tetapi kertas dari kayu.

"Dengan adanya L’fina, maka Unsoed selangkah lebih maju menuju paperless.  Di sisi lain, L’fina membuat realisasi anggaran, sistem kas kecil, maupun sistem pembayaran langsung menjadi lebih cepat," ujar Edy seperti dikutip dari situs Unsoed, Jumat (24/2/2012).

Mewakili Tim Pengembang Sistem Akuntansi Keuangan Yanuar menjelaskan, para pihak yang akan terlibat dalam aplikasi L’fina adalah unsur perbendaharaan universitas, unsur unit BLU, dan unsur eksternal, yaitu perbankan. Sementara output L’fina versi 1.0 ini berupa FRA, SP OKA, SPM KK, SPM PL, SP2D, SPTB, Kwitansi, Daftar Honorarium, dan Daftar Pembelian Barang.

"L’Fina dapat dioperasikan dengan jaringan intranet maupun internet. Ke depannya, aplikasi ini akan terus dikembangkan lebih lanjut dari segi fungsi, fitur, maupun keamanan data transaksi," tutur Yanuar.

Agar para pihak terkait mampu menjalankan tugas mereka dengan baik dengan menggunakan aplikasi baru ini, maka Tim Pengembang telah membuat jadwal pelatihan untuk semua pihak yang akan terlibat. Pelatihan ini akan dimulai pada Senin mendatang.(mrg)(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit