Getting Time...

Singapura Lacak Nilai Penerima Beasiswa

Hanna Meinita
Kamis, 23 Februari 2012 19:00 wib
Ilustrasi. (Corbis)
Ilustrasi. (Corbis)
SINGAPURA - Kinerja akademik mahasiswa penerima beasiswa di Singapura akan dilacak oleh pemerintah. Jika nilai mereka seadanya, maka beasiswa akan ditarik.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Senior Parlemen untuk Pendidikan Sim Ann menanggapi pertanyaan anggota parlemen dari partai oposisi (NCMP) Yee Jenn Jong.

Yee bertanya apakah Kementerian Pendidikan (MOE) melacak kinerja penerima beasiswa selama masa studi dan apakah mereka memenuhi kewajiban untuk bekerja di Singapura, setelah lulus.

Sim menjawab bahwa kebanyakan penerima beasiswa membalas obligasi mereka, tapi ada beberapa yang gagal memenuhi kewajiban untuk membayar ganti rugi.

Sim menambahkan setiap tahun, sekira 800 mahasiswa praperguruan tinggi dan 900 mahasiswa sarjana dari negara di luar ASEAN menerima beasiswa untuk belajar di Singapura. Beasiswa ini meliputi biaya kuliah dan akomodasi.

Seperti dilaporkan The Straits Times, Kamis (23/2/2012), beasiswa 14 ribu dolar Singapura diberikan untuk mahasiswa praperguruan tinggi. Sementara untuk mahasiswa sarjana diberikan beasiswa sebesar antara 18 ribu hingga 25 ribu dolar Singapura.

Bulan lalu, jawaban tertulis diberikan MOE untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Yee seputar mahasiswa asing. Yee menyatakan setiap tahun, ada 150 beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asal ASEAN di tingkat praperguruan tinggi dan 170 untuk mahasiswa sarjana.

Sebelumnya, Yee juga mempertanyakan kualitas penerima beasiswa dari negara yang berkembang pesat seperti China. Menurutnya, jumlah mahasiswa dari China menurun karena lebih sejahtera dan bisa memilih belajar di tempat lain.

Sim menjawab bahwa kualitas penerima beasiswa berhasil dipertahankan selama bertahun-tahun. Dia menambahkan bahwa sarjana asing dimaksudkan untuk meningkatkan pasar tenaga kerja di negara itu. Hal ini akan menjadi jangkar dari investor dan perusahaan, yang pada akhirnya dapat memberikan lebih banyak pekerjaan bagi warga Singapura.

Sebagai indikator performa mahasiswa asing, Sim menyatakan, 45 persen dari mereka berhasil menyelesaikan studi sarjana, dibandingkan mahasiswa asal Singapura yang hanya 32 persen.(rhs)
TWITTER »
twit