Getting Time...

Bantu Anak DO, Inggris Kucurkan Rp1,7 T

Hanna Meinita
Kamis, 23 Februari 2012 16:00 wib
Foto: Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg (BBC)
Foto: Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg (BBC)
INGGRIS - Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg mengumumkan skema dana untuk membantu kaum muda yang menganggur. Clegg menyebutkan anggaran sebesar 126 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,7 triliun (Rp14,184 per poundsterling) akan diberikan untuk membantu 55 ribu kaum muda usia 16-17 tahun yang tidak menempuh pendidikan, bekerja, atau ikut pelatihan (NEETs).
 
Nantinya, perusahaan akan diundang untuk mengajukan kontrak senilai 2,200 poundsterling (Rp31,2 juta) sebagai bagian dari ‘pemuda kontrak’ yang diumumkan pemerintah pada November 2011. Dalam kontrak ini, pembayaran untuk kaum muda tergantung dari hasil yang mereka kerjakan. Uang tersebut akan dialokasikan untuk organisasi yang membantu para NEETs mendapatkan pekerjaan.
 
Duduk di rumah dan tidak melakukan apa-apa ketika masih muda, bisa membuat Anda menangis selama bertahun-tahun. Hal ini merupakan tragedi untuk kaum muda. Ini juga menjadi bom waktu untuk kondisi ekonomi dan masyarakat kita secara keseluruhan,” jelas Clegg.
 
Menurut Clegg, kondidi ini bukanlah masalah baru. Tapi dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, masyarakat sangat membutuhkan upaya untuk memastikan kaum muda yang bermasalah untuk memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk berhasil.
 
Clegg mengaku, kebijakan ini akan menjadi ‘kompleks’ karena mengalami hambatan dari kaum muda seperti pembolosan, kehamilan remaja, nilai yang kurang, dan masalah kesehatan. Namun dia bersikeras pemerintah punya kewajiban moral untuk membantu mereka.
 
Sementara itu ekonom senior di Work Foundation Neil Lee mengatakan kepada Huffington Post, Kamis (23/2/2012) langkah pemerintah Inggris ini dinilai tepat. Karena satu juta kaum muda yang menanggur di Inggris, sangat membutuhkan bantuan.
 
Sepertinya bukan ide yang buruk, mekanisme pembayaran dengan hasil dapat berlangsung dengan baik. Mereka juga telah mengidentifikasi masalah yang sangat penting, kita berbicara tentang NEETS, hal ini cukup beragam di kelompok orang,” jelasnya.
 
Menurutnya, bukan jumlah uang yang menjadi masalah. Tapi bagaimana dengan uang yang diberikan, kaum muda bisa menghasilkan sesuatu.


(rhs)
TWITTER »
twit