Getting Time...

Sarjana Seni Ikuti Program Pelestarian Budaya

Iman Herdiana
Kamis, 23 Februari 2012 14:09 wib
Foto: dok. STSI Bandung
Foto: dok. STSI Bandung
BANDUNG - Sarjana seni di Indonesia perlu diberdayakan dalam upaya pelestarian budaya Nusantara.

Tidak hanya itu, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Nunung Sobari, pemberdayaannya pun harus melibatkan peran aktif pemerintah kabupaten/kota, khususnya dinas yang menangani bidang kesenian. Dinas Priwisata dan Budaya (Disparbud) Jawa Barat (Jabar) sendiri memiliki program pemberdayaan Sarjana Seni di bawah Bidang Kesenian dan Perfilman.

Menurut Nunung, sarjana seni tidak bertugas untuk melatih seni saja, tapi juga membangun dan membangkitkan kembali kesadaran serta semangat masyarakat untuk mencintai seni dan budayanya.

"Sarjana seni ini diharapkan menjadi agen pembaharu di bidang kesenian," kata Nunung dalam rilisnya kepada okezone, Kamis (23/2/2012).

Tahun ini, program tersebut melibatkan 52 Sarjana Seni perwakilan dari kabupaten/kota di Jabar. Mereka mendapatkan materi tentang Seni Helaran Menghirupkan dan Memberdayakan, Musikalitas Dalam Seni Helaran, serta Seni Helaran Sebagai Daya Tarik Wisata Pariwisata di Jawa Barat.

Nunung mengimbuhkan, pembekalan kepada para sarjana seni tersebut dilakukan untuk mengakomodasi dua sisi kepentingan. Pertama untuk pelestarian seni budaya dan kedua untuk memberdayakan sarjana seni yang memiliki keahlian di bidang seni.

"Pembekalan ini amanat Perda Nomor 6 Tahun 2003, tentang pemeliharaan kesenian. Dalam Perda tersebut, tentunya pemeliharaan kesenian itu tidak sekadar pelestarian, revitalisasi dan rekonstruksi seni, melainkan juga harus diperkenalkan kepada masyarakat, sehingga kesenian itu menjadi identitas dan kebanggan kelompok masyarakat itu sendiri," paparnya.

Setiap dua sarjana seni peserta pembekalan akan membina 20 pelaku seni dan budaya daerah setempat. Satu sarjana Seni akan membina 10 seniman dan budayawan. Dengan begitu, pada satu daerah akan terdapat 20 pelaku seni dan budaya. Sehingga, total seniman dan budayawan dari delapan kabupaten/kota adalah 160 orang.

Kemudian, hasil kerja para sarjana seni setelah program pembekalan akan ditampilkan pada acara Kirab Seni Budaya yang akan dilaksanakan di empat Zona Beda Budaya yaitu Zona Priangan I di Kota Tasikmalaya, Zona Melayu Betawi di Kota Bekasi, Zona Priangan II di Kota Sukabumi, dan Zona Cirebonan Dermayon di Kabupaten Indramayu.(rfa)
TWITTER »
twit