Converter kit BBM ke BBG (Foto: okezone)
BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) diminta membuat converter kit untuk menghadapi konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
Direktur Bisnis Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Eli Sinaga mengatakan, pembuatan alat konversi tersebut sebenarnya mudah. Saat ini pemerintah menargetkan 1.000 unit converter kit per tahun.
"Bengkel ITB tidak kalah dengan Esemka. Masa Esemka bisa bikin mobil, ITB tidak bisa bikin converter kit?" kata Eli dalam Seminar Konversi Gas Untuk Kendaraan Bermotor: Optimalisasi Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas di Aula Barat ITB, Kamis (23/2/2012).
Menurutnya, hampir semua negara bisa membuat converter kit. Argentina bahkan merancangnya sebagai industri rumahan.
Dia mengimbuhkan, penggunaan BBG sendiri perlu dilanjutkan khususnya untuk angkutan umum. Pasalnya, saat ini jumlah kendaraan pribadi sangat banyak sehingga rakyat Indonesia mendambakan angkutan umum yang nyaman.
"Kendaraan umum menjadi target supaya masyarakat tidak memilih kendaraan roda dua sebagai alat transportasi. Selain turut mengonsumsi BBM, transportasi roda dua juga rentan kecelakaan," imbuhnya.
Eli menyebutkan, pada Lebaran 2011 pihaknya mencatat 800 orang tewas dalam berlalu lintas, dan 650 orang di antaranya tewas karena kecelakaan motor.
"Maka harapan kita, pilihan utama transportasi adalah angkutan umum, bukan motor," ujarnya.(rfa)