Getting Time...

300 Mahasiswa RI Amankan Perbatasan

Marieska Harya Virdhani
Rabu, 22 Februari 2012 11:02 wib
Ilustrasi: ist.
Ilustrasi: ist.
DEPOK – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan menjaga titik terluar Nusantara selama satu bulan.

Mereka adalah peserta Kuliah Kerja Nyata (K2N) Universitas Indonesia (UI), yang tahun ini tidak hanya melibatkan civitas academica UI, tetapi juga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) lainnya di Tanah Air. Tahun ini, UI menurunkan 250 mahasiswanya, sedangkan sisanya merupakan mahasiswa PTN dan PTS lain.

Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri menilai, K2N UI merupakan kegiatan kuliah kerja nyata terbesar dan terluas di Indonesia, karena menjangkau berbagai pulau terluar di tanah air.

"Program K2N dimulai pada 2009. Ketika itu UI mengirimkan 71 mahasiswa di Pulau Miangas. Sejak saat itu, K2N telah menjadi sebuah tradisi baru yang diminati banyak mahasiswa. Pada 2010, 117 mahasiswa kuliah di 11 titik terluar, dan tahun lalu, 157 mahasiswa tinggal di 12 titik terluar,” ujarnya dalam rilis kepada okezone, Rabu (22/2/2012).

Kegiatan K2N ini, kata dia, dapat berjalan optimal berkat dukungan berbagai pihak, khususnya TNI yang menyediakan KRI sebagai sarana tranpsortasi utama menuju lokasi K2N. 

"Tahun lalu para mahasiswa berlayar dengan empat KRI. Tidak hanya itu, para mahasiswa sebelum terjun memperoleh pembekalan khusus selama satu minggu di markas marinir, itu pengalaman yang luar biasa," paparnya.

Para mahasiswa berasal dari berbagai fakultas seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Hukum, FISIP, MIPA, Teknik, Psikologi, Ekonomi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu Komputer. Mereka pun harus melewati proses seleksi.

"Ada penyusunan esai, ada wawancara, hingga seleksi kesehatan fisik di Armada RI Kawasan Timur di Surabaya. Hal itu untuk mempersiapkan calon peserta agar mudah beradaptasi dengan segala keterbatasan hidup di pulau-pulau terdepan dan perbatasan," imbuhnya.
 
Peserta K2N juga dibekali pelajaran tentang wawasan kebangsaan, bela negara, serta pertahanan dan ketahanan di pulau-pulau terdepan. Tidak hanya itu, mereka juga belajar keterampilan berenang dan mengapung di laut dengan bimbingan Satuan Komando Pasukan Katak Maritim.

Selama berada di pulau-pulau tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan berempati, kemampuan bekerja sama dan menemukan solusi berbagai permasalahan riil di masyarakat. Tahun ini, K2N UI mengusung tema "Menghalau Batas Negeri, Menjangkau Keterasingan, Menuju Percepatan Pembangunan."

Peserta K2N akan berangkat ke 14 titik terluar Nusantara pada Juni nanti. Mereka akan disebar ke Pulau Brass (Papua Barat), Pulau Maratua (Kaltim), Desa Senaning (Kalbar), Desa Jagoi Babang (Kalbar), Pintu perbatasan Motaain dan Turiskai (NTT), Pintu perbatasan Oepale, Pintu Perbatasan Wini, Kec. Warbai (Maluku), Kec. Pujungan (Kaltim), Kec. Long Apari (Kaltim), Kec. Puring Kencana (Kalbar), Kec. Muara Tami (Jayapura), Pulau Wetar (Maluku), dan Serasan (Kalbar).(rfa)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit