Getting Time...

Angka Anak Putus Sekolah di Jatim Mencapai 7.600 Siswa

Nurul Arifin
Selasa, 21 Februari 2012 19:15 wib
Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
SURABAYA - Pada 2011, angka anak putus sekolah di Jawa Timur mencapai 0,18 persen atau sekira 7.600 siswa. Rata-rata, mereka hanya melanjutkan pendidikan sampai kelas V SD.

"Usia putus sekolah kerena mereka hanya bisa melanjutkan sampai kelas V SD. Maka, mereka harus diikutkan program wajib belajar (Wajar) sembilan tahun,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jawa Timur Harun, Selasa (21/2/2012).

Jika mengacu pada data yang ada total siswa SD Negeri, Swasta dan Sederajat se-Jatim terkumpul sebanyak 4.222.205 anak. Jumlah tersebut terbagi menjadi SD Negeri dan Swasta sebanyak 3.394.645 orang dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mencapai 827.560 anak.

Harun meminta kepada para Kepala Sekolah (Kasek) untuk membangun rasa percaya diri para pelajar tersebut. Tidak hanya itu, harus ada komitmen kuat agar tidak terjadi ketimpangan dalam proses belajar mengajar di kalangan siswa, seperti kebijakan pemerintah yang memberikan anggaran beasiswa kepada siswa miskin dan berprestasi.

"Dalam aplikasinya tidak boleh ada perbedaan. Fasilitas pemerintah itu harus dimanfaatkan," tegasnya.

Sebelumnya (Dispendik) Surabaya meminta bantuan RT/RW untuk mendata keberadaan anak putus sekolah. Diharapkan, para RT/RW ini mampu memberikan data anak putus sekolah ditempatnya. Selanjutnya, data yang ada dapat divalidasi dan ditemukan solusi lebih lanjut untuk penanganannya.(mrg)(rhs)
TWITTER »
twit