Getting Time...

PP Pengangkatan Guru Honorer Keluar Tahun Ini

Gina Nur Maftuhah
Selasa, 21 Februari 2012 16:30 wib
Mendikbud Mohammad Nuh (Foto: Rifa/okezone)
Mendikbud Mohammad Nuh (Foto: Rifa/okezone)
BLITAR - Pemerintah berjanji tahun ini akan mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pengangkatan guru honorer di seluruh Indonesia.

"Nanti malam dibahas (PP pengangkatan guru honorer) mudah-mudahan dalam waktu sesingkatnya. Tahun ini pasti (terbit PP-nya). Biasanya setelah di bahas di tingkat kementerian kemudian sidang kabinet baru presiden beri pandangan. Setelah itu insya Allah dalam waktu tidak lama lagi bisa diterbitkan," janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh ketika mendampingi Wakil Presiden Boediono di Blitar, Selasa (21/2/2012).

Menurut Nuh, meskipun pemerintah telah sepakat melakukan pengangkatan PNS, hal ini tidak berlaku bagi pengangkatan guru. Oleh karenanya, nanti malam pihaknya bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Kemendagri dan Kemenkeu akan membahas rancangan PP tersebut.
 
"Setiap tahun pemerintah tetap mengangkat guru honorer. Kebijakan moratorium bagi PNS pada 2011, tidak berlaku bagi guru karena ada yang pensiun, proses pendidikan juga tidak boleh berhenti," lanjut dia.

Terkait dengan pembahasan PP ini, lanjut Nuh, yang menjadi fokus adalah jangan sampai terjadi miss match antara kebutuhan guru dan pendaftar. Kompetensi guru honorer yang akan diangkat menjadi PNS.

"Yang penting satu, soal distribusi dan kompetensinya. Bisa jadi seperti di Blitar guru yang kurang X, tetapi yang banyak daftar Y. Karenanya, pelaksanaannya insya Allah seperti  duduk bareng nanti malam akan ada solusi," tambah dia.

Meskipun tidak bisa mengetahui berapa persisnya jumlah guru honorer yang ada di Indonesia, Nuh yakin pengangkatan guru tidak akan membebani APBN.

"Kita tidak bicara urusan beban atau tidak, kalau diperlukan maka berapa pun tetap harus ditanggung. Tidak hanya guru negeri saja yang menerima tunjangan tetapi guru swasta juga mendapatkan tunjangan fungsional. Ini sebagai komitmen dari pemerintah kepada guru belum PNS atau sertifikasi," tandas dia.

Menurut Nuh, ada beberapa daerah yang sejak 2005 tidak mengangkat guru PNS. Pada 2010 lalu, Kemendikbud mengangkat 2,7 juta guru, dan pada 2011 guru yang diangkat menjadi PNS ada 2,9 juta orang.(rfa)
  • Miwan » 0 Tanggapan
    YTH : pejabat pemda Bogor jangan main angkat guru-guru honor SD menjadi PNS . apa jadinya pendidikan di negara kita kalau caranya seperti ini . banyak calon guru yang sudah lulus dari UPI,UNJ, UMJ Unisma unpak Dll . sedangkan guru honor hanya lulus SMP +paket C +kuliah di UT seminggu sekali .kalau lebih adil jangan ada prioritas ,ikut sama-sama tes cpns umum, biar ketahuan yang berkwalitas yang mana.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lamro » 0 Tanggapan
    guru honor jangan di prioritaskan CPNS nya ikut aja bertarung di Seleksi umum CPNS guru-guru honor hanya punya ijajah karbitan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • iwan » 0 Tanggapan
    pemerintah jangan bloon
    Beri Tanggapan Laporkan
  • catu hidayat » 0 Tanggapan
    saya sebagai guru swastas, sangat bersyukur dengan adanya perhatian pemerintah. Semoga langkah baiknya mendapat perlindungan dari a***h
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Komar Fansari » 0 Tanggapan
    Di kota-kota besar atau kecil tidak akan begitu menjadi masalah tentang kekurangan guru, namun daerah pelosok yang jauh dari kota permasalahan kekurangan guru sangat dirasakan. kalau saja tidak ada guru honor sekolah nasib anak didik terlantar. Jadi tidak berlebihan jika Pak Menteri memperhatikan tenaga honor.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit