Getting Time...

Eropa Kucurkan Rp21,5 T bagi Peneliti Dunia

Hanna Meinita
Rabu, 22 Februari 2012 09:12 wib
Image: corbis.com
Image: corbis.com
EUROPEAN Research Council (ERC) meluncurkan kampanye internasional untuk 'merayu' ilmuwan top dunia agar bekerja di Eropa. Untuk menarik minat ilmuwan dunia, Eropa menganggarkan bantuan keuangan hingga 3,5 juta Euro atau setara dengan Rp41,8 miliar (Rp11,964 per Euro) selama lima tahun.

Tujuan dari program ini adalah meningkatkan jumlah peneliti non-Eropa agar jumlahnya lebih dari 500 orang. Saat ini, menurut Sekjen ERC Donald Dingwell, hanya 100 dari 2.600 peneliti penerima bantuan keuangan yang berasal dari luar Eropa.

Dalam kunjungan ke Kanada, Dingwell mengatakan, penerima bantuan keuangan akan menghabiskan setengah waktu mereka di Eropa dan berafiliasi dengan lembaga Eropa.

"Hal ini terbuka bagi siapa saja di dunia," jelas Dingwell kepada wartawan pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Vancouver.

Sebuah bantuan keuangan akan mempekerjakan lima orang dan satu peneliti utama.

Usai mengunjungi Kanada, Dingwell berencana ke Afrika Selatan, beberapa negara Asia, Amerika Latin, Rusia dan Ukraina, serta Amerika Serikat dan Meksiko,

"Kami ingin menunjukkan bahwa Uni Eropa sangat menarik untuk para peneliti," tambah Dingwell seperti dikutip dari AFP, Rabu (22/2/2012).

ERC sendiri memiliki anggaran bantuan keuangan sebesar 1,8 miliar Euro (Rp21,5 triliun) pada 2013.

Dingwell merupakan ahli volkano dari Kanada yang pindah ke Eropa pada 1980-an. Meski kondisi ekonomi Eropa tengah krisis, dia yakin ada dukungan politik yang kuat untuk penelitian.

Tapi untuk anggaran berikutnya, katanya, akan memakan waktu dua tahun untuk melewati parlemen dan dewan menteri.

Eropa menciptakan dewan ini sejak lima tahun lalu. Nicole Boivin, seorang arkeolog Kanada yang pindah ke University of Oxford di Inggris telah menerima hibah sebesar 1,2 juta Euro (Rp14,3 miliar) untuk melakukan penelitian. Dia mendaftar ke ERC karena dana yang diberikan terbuka untuk proyek dari berbagai bidang ilmu.(rfa)
TWITTER »
twit