Wapres RI Boediono (Foto: wapresri.go.id)
BLITAR - Meskipun sudah beberapa tahun menjabat sebagai Wakil Presiden, Budiono mengaku tidak sengaja masuk ke pemerintahan.
"Saya meninggalkan Blitar tahun 1960, mungkin ada beberapa yang belum lahir. Saya sekolah sampai SMA di Blitar. Kemudian saya sekolah di Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta, hanya sebentar dan kemudian dapat beasiswa ke luar, ke Australia," ungkap Budiono dalam sambutannya di acara Temu Wicara Bersama Penerima PNPM Mandiri, di lapangan Karangsari, Blitar, Selasa (21/2/2012)
Setelah lulus kuliah, Budiono kemudian kembali ke UGM untuk menjadi dosen di almamaternya.
"Saya kembali ke UGM buat jadi dosen. Saya senang menjadi dosen, namun saya tidak tahu kenapa ada tarikan-tarikan yang membuat saya masuk ke pemerintahan. Cita-cita saya adalah menyumbangkan apa pun yang saya bisa," lanjut dia.
Budiono yang asli Blitar ini, juga menceritakan bahwa meskipun sudah lebih dari empat dekade meninggalkan kampung halamannya, dia terus ingin tahu dan menanyakan perkembangan kota kelahirannya.
"Tadi Pak Wali Kota cerita sama saya, apa yang dilakukan terkait kedisiplinan kerja. Adik-adik media bisa mengecek ini ke sana. Kalau di kantor pemerintahan dan sekolah, yang dulu tidak patuh, suka menghilang, sekarang tidak lagi. Sudah ada sistemnya ini. Saya tidak bisa cerita detail, nanti tanya ke Pak Wali Kota langsung," tambahnya.
Selain itu, mantan Gubernur Bank Indonesia itu juga bangga, bahwa di kota Bung Karno ini, pemerintahan kota telah bekerja serius dalam program wajib belajar.
"Wajib belajar 12 tahun juga saya dengar terus berjalan dan gratis. Saya bukan memuji saja, tetapi Pak Wali Kota akan melanjutkan dan pertahankan," tandasnya.
Sebagai informasi, hari ini Wakil Presiden beserta Ibu Herawati Budiono didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dijadwalkan mengadakan temu wicara dengan KSM PNPM Mandiri, penyuluh KB, kader posyandu, petugas kesehatan dan penerima KUR di Blitar. Di acara ini, hadir juga Wali Kota Blitar Samanhudi, Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf, dan segenap jajaran pemerintah daerah.
Dalam kunjungannya ini, Boediono juga menyempatkan diri mengunjungi makam orangtua dan mertuanya, yang terletak tidak jauh dari makam Presiden pertama Indonesia, Soekarno.(rfa)