Image: corbis.com
BEIJING - China memompa dana hingga 90 miliar yuan atau setara dengan Rp128,6 triliun (Rp1,429 per yuan) subsidi pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk menyokong pendidikan bagi 79 juta pelajar miskin.
Menurut Direktur Pusat Administrasi Bantuan Pelajar Nasional China Zhang Guanming, jumlah ini meningkat 5,6 persen dari tahun ke tahun. Dia menambahkan, dari jumlah tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan dana hingga 73,2 miliar yuan (Rp104,6 triliun).
Subsidi yang diberikan negara sebesar 13,1 miliar yuan, misalnya, telah dibagikan kepada 4,4 juta siswa tahun lalu. Sementara 3,5 miliar yuan telah diberikan kepada pelajar yang dinilai 'sangat baik'.
Sementara dana 16,8 miliar yuan berasal dari program yang dibentuk pemerintah daerah, sekolah, organisasi sosial dan individu. Dan 1,17 juta mahasiswa telah disubsidi oleh Skema Subsidi Pemerintah untuk Pinjaman Mahasiswa (GSSLS).
Pada skema ini, pemerintah membayar bunga pinjaman bank yang diambil oleh mahasiswa. Nantinya, mahasiswa dapat membayarnya kembali dengan cara mengangsur setelah lulus. Demikian seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (17/2/2012).
Selain itu, mahasiswa bisa juga menggunakan pinjaman untuk biaya kuliah menggunakan Rencana Pinjaman berbasis Pelajar, sebuah proyek berdasarkan GSSLS.
Pinjaman ini memudahkan mahasiswa dalam meminta pinjaman dari lembaga keuangan di kota asal mereka, mencakup sekira 76,5 persen dari semua mahasiswa di seluruh negeri yang mengajukan pinjaman pendidikan.
Berkat skema bantuan keuangan, lebih dari 20 ribu lulusan memilih bekerja di kawasan tengah dan barat China. Ini merupakan suatu prestasi. Hal ini diraih karena dukungan keuangan berusaha 'membujuk' lulusan perguruan tinggi agar bekerja di komunitas marjinal atau akar rumput, dengan kondisi kehidupan yang cukup 'keras'.(rfa)