Getting Time...

Ajang Pencarian Bakat Nyanyi Versi Harvard

Hanna Meinita
Jum'at, 17 Februari 2012 15:29 wib
Ilustrasi. (Corbis)
Ilustrasi. (Corbis)
SALAH satu universitas terbaik di dunia, Harvard University akan menggelar ajang pencarian bakat menyanyi, Harvard ROCKS. Kompetisi tahunan yang digelar pada 28 Februari ini diselenggarakan oleh Harvardwood.  
Harvardwood merupakan jaringan seniman yang keanggotannya terbuka untuk mahasiswa, alumni, dosen dan staf Harvard. Menurut Direktur Eksekutif Harvardwood Kelley N. Purcell, kompetisi ini dimaksudkan untuk mempromosikan penampil yang ada di Harvard.
 
“Ini bukan kompetisi band biasa,” ujar Purcell.
 
Pada babak final, para kontestan akan tampil secara langsung di West Hollywood di hadapan para juri termasuk Presiden Fox Music Robert Kraft, Chief Operating Officer Live Nation Ben Weeden, dan pemenang Harvard ROCKS tahun lalu, Rachel A Brown. Namun pemenang ditentukan berdasarkan perolehan suara selama pertunjukan berlangsung dan secara online melalui pembeli tiket.
 
Untuk mempersiapkan pertunjukan secara langsung, Greer telah berlatih lagu-lagunya tiga kali dalam seminggu selama tiga jam. “Saat tampil, saya akan menjadi penyanyi dan produser serta arranger,” ujarnya.
 
Greer mengaku selalu ingin mengejar karier sebagai seniman karena berasal dari keluarga dengan latar belakang musik yang kuat. Namun Greer tidak akan mudah menjadi pemenang. Pasalnya, dua pesaing Greer merupakan orang yang berpengalaman di dunia musik profesional.
 
Forman pernah bermain saksofon untuk band punk dari California pada tahun 90-an, Sublime. Namun belakangan Forman meninggalkan ambisinya di dunia musik agar bisa fokus kepada istri dan keluarganya. Dia mengaku selalu bergairah dengan musik.
 
“Saya tidak mengatakan selalu ingin menjadi musisi profesional. Tapi menjadikan musik sebagai bagian hidup selalu menjadi tujuan saya,” jelas Forman, yang kini menjadi dokter keluarga dan membuka praktik bersama ibunya.
 
Sementara Melson memilih untuk mengejar akting setelah kuliah, tapi dia mengaku gairah sejatinya adalah musik. Apalagi Melson pernah merilis album pertama beberapa tahun lalu. Tapi restrukturisasi perusahaan label rekaman membuat promosi album Melson, dibatalkan. Menurutnya, Harvard ROCKS akan memberinya ‘suntikan’ lain untuk memasarkan musik dan mendapatkan publisitas. Demikian seperti dikutip dari The Crimson, Jumat (17/2/2012).
 
Dalam kompetisi ini, orang yang ingin memilih harus membeli tiket atau membayar jumlah yang setara dengan tiket online. Saat ini, sistem online untuk memilih telah terbuka. Tiket dijual seharga USD6 atau setara dengan Rp54 ribu (Rp9 ribu per USD) untuk anggota Harvardwodd dan USD8 (Rp72 ribu) untuk luar anggota.
 
Situs Harvardwood menyebutkan bahwa kontes memberikan hadiah utama berupa pertimbangan soundtrack dari Fox Music dan pertimbangan penampilan dari LiveNation. Tiga seniman mengaku senang bisa terlibat di Harvard ROCKS. “Hal ini membuktikan bahwa Harvard adalah kampus yang rock,” pungkas Forman.
(rhs)
TWITTER »
twit