Ilustrasi: ist.
DEPOK – Pendidikan vokasi di perguruan tinggi biasanya berada dalam payung pendidikan diploma. Program diploma ini pun tersebar pada berbagai fakultas di kampus tersebut.
Kepala Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati mengatakan, sejak 2008, UI telah mengintegrasikan berbagai program diploma yang awalnya tersebar di fakultas.
Program vokasi ini, kata Devie, harus mampu menjalankan fungsi menjadi pabrik ketrampilan, yang akan menghasilkan tenaga kerja siap pakai, profesional, dan mampu bersaing secara global.
"Para peserta didik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), akan memiliki jenjang pendidikan yang terarah melalui program vokasi di universitas, yang juga menyediakan program S-1 terapan, lalu S-2 terapan, hingga S-3 terapan," ujar Devie dalam rilisnya kepada okezone, Jumat (17/2/2012).
Devie menambahkan, pada 2013 UI akan membuka program S-1 terapan untuk bidang fisioterapi, okupasi terapi, perbankan, dan perpajakan. Dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, UI menargetkan akan memiliki program S-3 terapan.
Dia berharap, keberadaan program vokasi terintegrasi dan berjenjang ini akan membuat setiap anak Indonesia fokus pada potensi dan keunikan yang dimilikinya.
"Seperti halnya di Eropa, tidak semua anak, memasuki universitas, mengingat tugas utama para lulusan universitas ialah mengembangkan ilmu pengetahuan melalui laboratarorium yang ada di kampus maupun di masyarakat. Sedangkan program vokasi akan bertugas untuk mencetak para spesialis," paparnya.
Program Vokasi UI saat ini memiliki 3.500 peserta didik dari lima bidang studi yaitu Kedokteran, Akuntansi, Manajemen Informasi dan Dokumen, Administrasi, Komunikasi, Pariwisata. UI menargetkan di masa datang kampus itu memiliki lebih dari 10 ribu mahasiswa.(rfa)