Getting Time...

Hatta: Pelajar RI Jangan Lupa Cinta Tanah Air

Jum'at, 17 Februari 2012 11:03 wib
Menko Perekonomian Hatta Rajasa membuka Forum Pelajar Indonesia Sedunia di Malaysia (Foto: Armydian/okezone)
Menko Perekonomian Hatta Rajasa membuka Forum Pelajar Indonesia Sedunia di Malaysia (Foto: Armydian/okezone)
KUALA LUMPUR - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengingatkan kalangan pemuda yang mengenyam pendidikan di luar negeri untuk tidak melupakan sumbangsihnya bagi Tanah Air. 

Menurut Hatta, patriotisme dan nasionalisme bukan sekadar jargon tapi modal motivasi untuk membangun negara dan bangsa.

"Dan peran pemuda sangat diandalkan dalam pembangunan. Kita yang menuntut ilmu di mancanegara tentu tak bisa begitu saja mengesampingkan kecintaan kita kepada Tanah Air meski jauh. Bisa dengan berbagai cara," kata Hatta saat membuka Indonesian Student World Symposium (ISWS) di Kuala Lumpur, Malaysia, tadi malam.

Pada hajatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Internasional ini, Hatta mengutip tema ISWS "Think Global Act Local". Berpikir global, kata dia, akan membentuk manusia yang bijak, selalu berpikir progresif, positif, keseimbangan, dan kesinambungan. Sedangkan bertindak nasional menunjukkan jati diri kita sebagai bagian dari masyarakat dunia yang beragam dan saling berdampak.

"Ilmu dan keahlian yang sudah kita dapat di luar negeri sayang bila tidak termanfaatkan demi kebaikan bangsa dan negara. Dasarnya adalah cinta. Cinta kepada Tanah Air kita," jelas Hatta.

Dia juga menyinggung bahwa Indonesia mampu menjadi negara yang diperhitungkan di kancah global bila warganegaranya memiliki jiwa kompetitif, networking, inovatif, dan selalu mampu beradaptasi dengan hal-hal baru.(Armydian Kuniawan/Koran SI/rfa)
  • bj habibie » 0 Tanggapan
    Iya, jgn seperti saya.. Jadi malu..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Joanda Pardede » 0 Tanggapan
    Kita sebagai kaum muda harus bersabar dan rajin beLajar ..... Indonesia kebangganku, wLau pemerintahnya sering membuat maLu peLajarnya .... jadi ingat kejadian di Ausi .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mulawarman » 0 Tanggapan
    hampir 10 tahun di luar negeri, hanya 1 kali dibuhungi KBRI lewat surat; pendaftaran pemilu. mbok WNI di LN secara aktif dikontek.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ohm thofa djitoe » 0 Tanggapan
    saya juga sepakat dg pak hatta, namun sumbangsih ini sering diartikan nyumbangsih.... banyak diantara mereka stelah lulus lbh memilih kerja di LN krn merasa lbh dihargai drpd di tanah air sendiri, bahkan lulusan DN yg merasa "nggak kanggo" akhirnya lari ke LN n jd tenaga ahli disana.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • revv » 0 Tanggapan
    tapi apa penghrgaan pemerintah terhadap anak bangsa, ?klo negara lain bisa knp dengan kita? bisa gak pemerintah menghargai jerih payah anak bangsa sendiri?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit