Image: corbis.com
BANDUNG - Ratusan ilmuwan, pengusaha, dan pemerintah dari berbagai negara berkumpul untuk mencari solusi atas masalah emisi dunia.
Perwakilan 33 negara itu mengikuti acara "The 2nd Asia Forum on Carbon Update (AFCU) 2012" di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung.
Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar menjelaskan, acara tahunan yang berlangsung hingga 17 Februari mendatang bertujuan mencari masukan dan ide untuk mengurangi emisi carbon di dunia, khususnya di Indonesia.
"Pertemuan ini adalah wadah untuk berbagi gagasan, pengalaman, maupun pengetahuan mengenai implementasi pembangunan ekonomi rendah emisi karbon," ujar Rachmat di Hotel Grand Royal Panghegar, Bandung, Kamis (16/2/2012).
Rachmat berharap, pertemuan ini dapat menghasilkan sebuah rekomendasi untuk diteruskan menjadi undang-undang.
Sementara Sekretaris Kelompok Kerja Mitigasi Perubahan Iklim Dewan Nasional Perubahan Iklim, Farhan Helmy mengungkapkan, pertemuan itu menawarkan banyak kolaborasi.
"Ini seperti pasar antara pemilik ide, pemerintah, dan para pemilik modal," ujarnya.
Sekira 400 peserta pertemuan akan saling belajar tentang mitigasi di negara-negara Asia. Beberapa agenda yang dibahas antara lain riset dan teknologi, pembaruan kebijakan terkait perubahan iklim dan rangkaian pertemuan bilateral.
Dijadwalkan, ada 129 presentasi dari para pemateri yang berasal dari negara-negara di Asia seperti Bangladesh, Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, Kamboja,Singapura, India, China, Jepang.
Ada juga dari Afrika seperti Uganda, dari Amerika Serikat, Mesiko, Australia, dan dari sejumlah negara di Eropa dan lainnya.
Hadir juga narasumber dari lembaga donor, ilmuwan serta perguruan tinggi. Jepang bahkan mengirimkan 15 perwakilan perguruan tingginya.
Beberapa narasumber yang menyampaikan materi di antaranya Deputy Manager of NASA Ecological Forecasting Gary Geller, ilmuwan dari Tsinghua University China Alun Gu, dari Shimokawa Town, Hokkaido Prefekture, Kohei Nakano, dan Mantan Menhub RI Jusman Syafii Djamal yang mewakili Matsushita Gobel Foundation.(rfa)