Getting Time...

"Pulang dan Bangunlah Negaramu"

Rifa Nadia Nurfuadah
Kamis, 16 Februari 2012 11:43 wib
Image : Corbis.com
Image : Corbis.com
JAKARTA - Menempuh studi di luar negeri, sejatinya bukanlah perjalanan satu arah. Akan ada masanya ketika kita harus kembali ke Tanah Air.

Presiden dan CEO Institute of International Education Foundation (IIEF) Allan E Goodman menjelaskan, globalisasi memungkinkan perpindahan banyak orang dari satu negara ke negara lainnya, termasuk para pelajar. Karena itulah, pemerintah Amerika Serikat (AS) pun menyambut para pelajar internasional.

"Meski demikian, kami mendorong para pelajar internasional ini untuk pulang dan membangun tanah air mereka," ujar Allan dalam kuliah umum di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2012).

Saat ini, ujar Allan, ada sekira 700 ribu pelajar asing di negaranya. Sekira 7.000 di antaranya berasal dari Indonesia. Pemerintah AS sendiri berharap akan ada lebih banyak pelajar Indonesia menempuh studi di sana.

Keinginan pemerintah Negeri Paman Sam itu di antaranya diwujudkan dengan memberikan berbagai beasiswa. Tidak hanya itu, mereka juga mempermudah pengurusan visa bagi para pelajar.

"Yang sulit mungkin memilih kampus dan jurusan yang akan diambil," imbuhnya.

Pemegang gelar PhD dalam bidang Ilmu Pemerintahan dari Harvard University ini memaparkan, kesempatan menempuh studi di luar negeri sebenarnya tidak hanya dalam bidang akademik. Pengetahuan, kata Allan, bisa didapatkan tidak terbatas di ruang kelas semata.

"Dengan banyaknya mahasiswa internasional, AS menjadi semacam laboratorium budaya. Kita dapat belajar tentang budaya negara lain dari pergaulan dengan mahasiswa berbagai negara, " ujarnya.
(rhs)
  • Dika saputra » 0 Tanggapan
    Kita MEMANG HARUS memajukan Negara kita INDONESIA. TAPI KENAPA pemerintah INDONESIA kurang memperhatikan orang-orang pintar seperti habibi dan lain-lain,sehingga mereka pun hijrah ke negara lain. padahal negara luar banyak mencari bibit-bibit indonesia yang berbakat
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit