Getting Time...

Valentine, Wajib Dirayakan Enggak Sih?

Margaret Puspitarini
Senin, 13 Februari 2012 16:27 wib
Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
SETIAP tahun, 14 Februari yang merupakan Hari Valentine disambut meriah oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orangtua. Bahkan, di sejumlah pusat perbelanjaan dipenuhi dengan nuansa merah muda (pink) dengan ornamen berbentuk hati.

Biasanya, setiap muda-mudi sibuk mempersiapkan kado spesial untuk orang tersayang dari jauh-jauh hari. Cokelat, boneka, dan bunga mawar menjadi atribut Valentine yang ramai dicari masyarakat.

Namun, tidak semua kawula muda merasa antusias menyambut hari kasih sayang tersebut. Salah satunya, Lina, mahasiswi jurusan Administrasi Negara Universitas Indonesia (UI). Dia mengaku, belum mempersiapkan hadiah khusus untuk sang pacar.

"Belum sempat beli apa-apa. Tapi karena pacarku enggak suka cokelat, kalau memang ada waktu aku belikan barang-barang yang berbau The Beatless, band favoritnya," ujar Lina kepada okezone ketika dihubungi melalui Blackberry Messenger, Senin (13/2/2012).

Lina menyebutkan, tahun ini agak malas merayakan Valentine. "Sudah tua juga, jadi malas mesti merayakan Valentine dengan memberikan cokelat dan sebagainya. Itu kan ciri khas ABG sekali," katanya sambil tertawa.

Daripada memberikan cokalat dan hadiah lainnya, Lina lebih memilih menghabiskan waktu dengan makan bersama. "Lebih baik menghabiskan quality time bersama dia dengan makan berdua daripada sekadar memberikan cokelat. Lagipula belajar dari pacarku, setiap hari itu hari kasih sayang, jadi tidak perlu menunggu Valentine untuk menunjukkannya," tutur Lina.

Hal senada diungkapkan mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Cahyo. Menurut mahasiswa angkatan 2008 ini, tidak ada perayaan atau kado istimewa yang diberikannya bagi sang pacar.

"Biasanya hanya jalan-jalan, makan, dan saya berikan bunga. Tapi bukan hal yang spesial karena selain hari Valentine, saya suka memberikan dia bunga, terutama ketika ingin memberikan kejutan," kata Cahyo.

Tidak berbeda, Tissa, mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) juga mengaku tidak menyiapkan acara atau kado khusus bagi sang pacar. Bersama sang kekasih, Tissa sepakat tidak akan merayakan Valentine.

"Kami sepakat enggak mau merayakan Valentine. Jadi, besok memang aku tidak akan memberikan kado atau perayaan apa pun," ujar Tissa.

Tissa mengungkapkan, ketika SMP hingga SMA, dia masih menganggap Valentine sebagai hari istimewa. Namun, kini dia menganggap hal tersebut sebagai hari yang sama dengan hari lainnya.

"Dulu waktu SMP dan SMA, aku masih menganggap Valentine sebagai hari kasih sayang, tapi sekarang, Valentine sama saja dengan hari lainnya karena kasih sayang bisa ditunjukkan tiap hari," katanya menerangkan.(mrg)(rhs)
  • Jenny » 0 Tanggapan
    Valentine tu sama saja hari biasa
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ebi » 0 Tanggapan
    Kalau menurut saya sih, nggak ada yang terlalu sigifikan terkait perayaan valentine untuk diperbincangkan. Karena apa, sebenarnya memang sah-sah aja untuk yang merasa valentine itu perlu di rayaan, maupun yang merasa tidak perlu dirayakan. Tapi satu yang disayangkan, mayoritas dari kita menganggap valentine sebagai hari kasih sayang kepada kekasih saja. Padahal kan, yang kita sayang banyak. yang sayang kita juga banyak. emang contohnya dari sejarah valentine itu sendiri berasal dari sebuah kisah ttg percintaan sepasang kekasih. dari sepertinya akan lebih baik jika kita meneg-universalkan makna kasih sayang dalam perayaan valentine
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kunkiun » 0 Tanggapan
    Pertanyaannya lucu. Valentine tuh sama sperti hari hari lai, seperti hallowen, hari ayah, hari ibu, dan masing masing ada maknanya sendiri. Hari hari tsb tidak ada hubugnannya sama sekali dengan 1 agama pun. Jadi mau rayakan atau tidak tergantung, kita mengerti dan mamahami lalu bereaksi dengan makna hari tersebut. Kalo itu disebut budaya barat, ya memang, karena mulainya dari situ, cuman karena "promosi+nya gencar, maka seolah olah jadi hari istimewa, padahal tidak, sama saja dengan hari hari lai, seperti kalo di Indonesia, ada hari Ibu Kartini dsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dimsum » 0 Tanggapan
    Valentine tuh cm budaya Barat s***s Ksh sayang tuh bs diberikan n didapat setiap hari kok!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fitro » 0 Tanggapan
    tergantung kepercayaan masing2.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit