Getting Time...

IPB Latih Perempuan Desa Melek ICT

Rifa Nadia Nurfuadah
Senin, 13 Februari 2012 12:12 wib
Image: corbis.com
Image: corbis.com
JAKARTA - Dalam tiga hari, puluhan perempuan di desa sekitar kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) mampu menguasai information and communication technology (ICT).

Para perempuan ini merupakan peserta Pelatihan Promosi Penggunaan ICT untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga Perempuan Pedesaan di Indonesia yang dihelat Pusat Studi Pembangunan Pertanian Pedesaan (PSP3 IPB) bekerja sama dengan Sookmyung Women’s University, Korea Selatan; dan didukung ASEAN, Ministry of Foreign Affairs and Trade, Korea.

Kepala Divisi Program Ekonomi Internasional dan Resiliensi Desa dan Daerah PSP3 IPB Lukytawati Anggraeni menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan selama tiga hari, para peserta mampu menguasai ICT hingga 100 persen. Mereka juga dibekali informasi tentang cara mengakses modal usaha dan meningkatkan jejaring pasar. 

"Para penggerak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini saling bertukar informasi dan menjajakan dagangannya melalui online," ujar Lukytawati dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Senin (13/2/2012).

Salah satu mitra IPB dalam kegiatan ini adalah Universitas Colorado, Amerika Serikat (AS). Peneliti dari Universitas Colorado S Revi Sterling menyatakan, potensi perempuan sangatlah besar. Sayangnya, potensi tersebut sering kali tidak disadari banyak pihak.

Padahal, kata Sterling, salah satu kunci sukses dalam mengubah suatu komunitas adalah melalui kerja sama dengan perempuan. 

"Bila perempuan menguasai ICT, maka perubahan yang terjadi pun berlangsung lebih cepat. Karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menempatkan akses ICT sebagai masalah yang perlu diselesaikan setelah kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan dalam perkembangan perempuan secara global," ujarnya.

Pelatihan ICT bagi perempuan pedesaan ini merupakan bagian dari Program Promosi ICT bagi Perempuan Pedesaan yang dirancang Asia Pasifik Women's Information Network Center (APWNC). Program berlangsung sejak Maret 2011 lalu hingga Februari 2012.

Peneliti Perempuan Universitas Sookmyung Women’s University Haley Hyun menjelaskan, proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas ICT untuk mempercepat kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di ASEAN.(rfa)
TWITTER »
twit