Getting Time...

15 Ribu Guru Tak Ikut Uji Kompetensi

Margaret Puspitarini
Jum'at, 10 Februari 2012 16:39 wib
Image: corbis.com
Image: corbis.com
JAKARTA - Dari 300.000 kuota yang disediakan pada uji kompetensi guru, masih tersisa 15.000 bangku kosong.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, kursi kosong ini disebabkan oleh berbagai hal.

"Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) contohnya, telah menghabiskan jatah para guru di daerah tersebut untuk mengikuti program uji kompetensi di tahun lalu. Sehingga mereka kehabisan guru untuk dikirimkan pada uji kompetensi tahun ini," ujar M Nuh kepada para wartawan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2012).

Tidak hanya itu, lanjutnya, kuota yang belum terisi ini juga disebabkan para guru tidak bisa memenuhi persyaratan tertentu yang diwajibkan dalam uji kompetensi tersebut.

"Salah satu persyaratan untuk dapat mengikuti uji kompetensi adalah lama mengajar. Jadi, guru yang tidak sesuai dengan persyaratan tersebut belum bisa mengikuti uji kompetensi," Nuh mengimbuhkan.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menyebutkan, uji kompetensi merupakan seleksi awal bagi para guru untuk menuju proses sertifikasi. "Uji kompetensi tidak bisa digabung dengan proses sertifikasi. Ibarat makan, kita harus mengunyah dulu sebelum ditelan. Fungsinya, ketika ada duri dalam makanan tersebut bisa kita buang," kata Nuh menganalogikan.

Kegiatan ini, tambahnya, merupakan upaya untuk membuat peta awal kompetensi guru. Dengan begitu, menurut Nuh, LPTK jadi tahu apa yang menjadi kelebihan maupun kekurangan para guru. Sehingga, mereka dapat diberikan pendalaman materi yang belum dikuasai sebagai persiapan menuju sertifikasi.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini menyampaikan, selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas para guru se-Tanah Air, hasil uji kompetensi ini dapat mengetahui distribusi guru di berbagai daerah.

"Nanti kan akan kelihatan apakah distribusi guru di berbagai daerah sudah merata atau belum. Sehingga ke depannya dapat menjadi acuan dalam pendistribusian guru di daerah," kata M Nuh.(rfa)
  • akhmad jupri » 0 Tanggapan
    slamat ujian wahai guru smoga sukses terus berjuang demi anak bangsa.........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Gatot » 0 Tanggapan
    Selamat mengikuti uji kompetensi.... yakinlah pasti sukses... hidup Guru
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sunanto/NUPTK; 3654735636200002 » 1 Tanggapan
    P. Menteri, saya guru SDN Bunutwetan kec.Pakis Kab.Malang Jatim, pada awal desember 2011 nama saya tercantum pd Informasi calon peserta sertifikasi guru. dg ket usia 54 th 09 bln, masakerja 34 th 09 bln. awal januari 2012 nama saya dicoret atas usulan ketua PSG, dg alasan saya sudah pernah ikut sertifikasi th 2010 lwt Depag. Setelah saya telusuri ke ketua PSG maupun Depag keduanya menyatakan tidak pernah usulkan pencoretan saya. Dan saya juga sudah urus ke Diknas Kab.Malang, katanya 2-3 hari ada perkembangan, stlh 1 minggu saya tanyakan katanya nama yang sdh dicoret tdk bisa diusulkan lagi. Pencoretan nama saya itu ternyata ulah Oknum UPTD Pakis, dan ternyata yang dicoret bukan nama saya saja, ada 3 orqng. Dan yang aneh UPTD Pakis mengajukan usulan tambahan sebanyak 6 orang guru TK. Mohon perhatian P.Mentri
    • Hendri
      Wani piro pak... sekarang yang merasa kuasa sering semena-mena
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sunanto/NUPTK; 3654735636200002 » 0 Tanggapan
    P. Menteri, saya guru SDN Bunutwetan kec.Pakis Kab.Malang Jatim, pada awal desember 2011 nama saya tercantum pd Informasi calon peserta sertifikasi guru. dg ket usia 54 th 09 bln, masakerja 34 th 09 bln. awal januari 2012 nama saya dicoret atas usulan ketua PSG, dg alasan saya sudah pernah ikut sertifikasi th 2010 lwt Depag. Setelah saya telusuri ke ketua PSG maupun Depag keduanya menyatakan tidak pernah usulkan pencoretan saya. Dan saya juga sudah urus ke Diknas Kab.Malang, katanya 2-3 hari ada perkembangan, stlh 1 minggu saya tanyakan katanya nama yang sdh dicoret tdk bisa diusulkan lagi. Pencoretan nama saya itu ternyata ulah Oknum UPTD Pakis, dan ternyata yang dicoret bukan nama saya saja, ada 3 orqng. Dan yang aneh UPTD Pakis mengajukan usulan tambahan sebanyak 6 orang guru TK. Mohon perhatian P.Mentri
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit