Trisna Adhy Wijaya, Afandi Dwi Harmoko, dan Yasjudan Rastrama (Foto: Genta W/okezone)
SOLO – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mengungkapkan manfaat kandungan Polifenol dalam Teh Hijau. Kandungan polifenol ini mampu mencegah penularan dan infeksi sel Tuberculosis (TBC).
Ketiga mahasiswa yang kini berada pada semester tujuh, masing-masing adalah Trisna Adhy Wijaya, Afandi Dwi Harmoko, dan Yasjudan Rastrama.
Manfaat Polifenol dalam Teh Hijau tersebut mereka ungkap dalam penelitian berjudul "Analisis Potensi Immunomodulating dan TACO Genes-Down Regulating dari Green Tea-Derived Polyphenols sebagai Terapi Adjuvan dalam Menurunkan M.tuberculosis-Survival Rate pada Pasien Tuberkulosis."
Trisna menjelaskan, polifenol merupakan antioksidan potensial bagi tubuh manusia. Teh Hijau mengandung senyawa polifenol yang terdiri dari flavonol, flavandiol dan asam fenolat yang diperkirakan 30 persen dari berat kering daun teh hijau.
"Polifenol yang terkandung dalam Teh Hijau mencegah penularan dan infeksi sel Tuberculosis, sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan terhadap penyakit TBC," ungkap Trisna yang didampingi Yasjudan Rastrama dan Afandi Dwi Harmoko kepada wartawan, di ruang Humas Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Dalam penelitiannya yang berhasil menjadi juara kedua Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa Airlangga Medical Scientific Writing Competition 2011 itu, mereka menyimpulkan bahwa green tea derived polyphenols berpotensi untuk diaplikasikan sebagai terapi adjuvan dalam menurunkan Mycobacterium tuberculosis survival rate pada pasien tuberculosis.
"Karena memiliki mekanisme yang tidak dimiliki obat anti tuberculosis first line berupa potensi imunomodulator, antioksidan kuat dan penghambat transkripsi gen TACO," ujar Trisna mengimbuhkan.(rfa)