Foto: dok. Okezone
SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang akan menganugerahi gelar doktor honoris causa bidang ilmu hukum kepada Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As'ad Said Ali.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara tersebut dianugerahi gelar kehormatan atas gagasan dan pandangannya mengenai hukum sebagai pengaman ideologi serta dasar negara. Rektor Undip Semarang Sudharto P Hadi menilai pemikiran-pemikiran As'ad begitu relevan dengan keadaan bangsa saat ini. Salah satunya muncul indikasi melencengnya kehidupan berbangsa dan bernegara dari falsafah Pancasila yang selama ini menjadi ideologi bangsa.
"Penganugerahan tersebut diberikan kepada beliau pada Sabtu (11/2) mendatang," ujarnya kemarin.
Kondisi bangsa banyak menghadapi sejumlah persoalan. Antara lain berbagai pihak ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terjadinya aksi kekerasan, dan terorisme.
"Undip sangat mengapresiasi pemikiran beliau. Gelar doktor honoris causa itu diharapkan dapat mencerahkan dan mengawal Pusat Kajian Pancasila yang tengah dirintis Undip, termasuk Pusat Kajian Nilai-Nilai Kejuangan Diponegoro," kata Sudharto.
Dekan Fakultas Hukum Undip Yos Johan Utama mengaku telah ditunjuk 15 guru besar untuk mengkaji pemikiran As'ad. Tim diketuai oleh Arief Hidayat, seorang pakar hukum tata negara.
"Dari kajian itu, diakui pemikiran As'ad memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia," paparnya.
Ketua Tim Pengkaji Fakultas Hukum Undip Arief Hidayat memuji sosok As'ad sebagai tokoh pemberani. Keberaniannya ditunjukkan dengan berpikir di luar mainstream demi menjaga ideologi Pancasila. (susilo himawan/koran si)(//rfa)