Foto : Unpad
JAKARTA - Sebanyak 60 lulusan Program Profesi Ners Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung mengucapkan sumpah profesi dalam Sidang Khusus Senat Fakultas Ilmu Keperawatan Pengambilan Sumpah Ners Angkatan XXI Tahun Akademik 2011/2012.
Acara yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Gedung 2 Lantai 4, kampus Unpad Jln, Dipati Ukur, No. 35 Bandung, Kamis (9/2/2012) tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad Mamat Lukman. Dia mengungkapkan, pengambilan sumpah ini merupakan pedoman bagi para lulusan Ilmu Keperawatan ini saat memasuki dunia kerja.
“Pengambilan sumpah ini merupakan tahap akhir dari perjuangan saudara sebagai perawat professional di bangku kuliah. Dengan demikian, sumpah ini menjadi hal penting agar saudara menjadi makhluk yang bertanggung jawab,” kata Mamat seperti dikutip dari situs Unpad, Kamis (9/2/2012).
Dalam kesempatan tersebut, Mamat menyebutkan, beberapa tren penting yang kini sedang berkembang di dunia perawatan. Pertama, katanya, mengenai peran profesi keperawatan dalam pergaulan global yang semakin tinggi.
"Hal ini terutama setelah munculnya kesepakatan negara-negara ASEAN dalam Mutual Recognition Arrangement jasa kesehatan, yaitu pengaturan yang diusulkan oleh negara-negara anggota ASEAN untuk memfasilitasi pergerakan bebas dari tenaga kerja berkualitas dan bersertifikat antara negara-negara anggota," ujarnya.
Menurut Mamat, bukan hal yang aneh lagi jika suatu saat akan banyak perawat asing bekerja di Indonesia, begitupun sebaliknya. “Misalnya, sejak 12 tahun lalu sudah banyak alumni kita yang bekerja di luar negeri, seperti Kuwait, Arab, Malaysia, Australia, dan sebagainya. Hal ini menjadi bukti telah mengglobalnya profesi keperawatan,” katanya menambahkan.
Tren selanjutnya, kata Mamat, semakin ketatnya regulasi standar lulusan keperawatan melalui uji kompetensi dan registrasi keperawatan. "Para ners harus menunjukkan performa yang memadai bahwa mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat diandalkan, sehingga masyarakat bisa menerima dan mengakui profesionalisme mereka," tuturnya.
Selanjutnya, ujar Mamat, profesi keperawatan juga harus mampu bersaing, memamerkan, dan memasarkan kemampuan dirinya dengan lebih baik. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan pakar pemasaran ASEAN mengenai akan datangnya abad marketing, sehingga semua profesi harus mampu bersaing memarketkan dirinya.
“Hendaknya hal ini menjadi inspirasi bagi kita. Tenaga keperawatan dalam memasarkan profesinya harus terus melakukan upaya-upaya yang bisa mendorong dan menunjukkan profesi ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mamat juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Profesi 4,00, yaitu Rani Lathifah. Dari 60 lulusan, 27 orang dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude dan 33 orang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.(mrg)(rhs)